APPSI Resmikan 2 Kios Pangan di Jakarta, Don Muzakir: Ini Bagian Program Presiden Prabowo

DETIKMERDEKA – Ketua Harian DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Don Muzakir meresmikan dua kios APPSI di wilayah DKI Jakarta, pada Rabu, 16 September 2026.

Dua kios tersebut berada di Komisariat Pasar Tomang Barat, Jakarta Barat, dan Pasar Anyar Bahari, Jakarta Utara.

Program kios APPSI itu terealisasi berkat kerja sama dengan Perum BULOG, ID FOOD, dan BUMN Pangan. Perumda Pasar Jaya turut mendukung program tersebut sebagai pengelola kawasan pasar.

Kehadiran kios APPSI ini sangat dibutuh oleh masyarakat sebagai konsumen pasar. Kios ini diarahkan untuk menyediakan sejumlah kebutuhan pangan pokok dengan harga yang mengikuti ketentuan pemerintah. Komoditas yang dijual antara lain Beras SPHP, Minyakita, dan Gula Kristal Putih.

Don Muzakir mengatakan pengawasan distribusi salah satu bagian sangat penting agar stok tetap tersedia dan harga tidak melebihi batas yang ditetapkan pemerintah.

“Melalui skema pengawasan distribusi rantai pasok secara ketat guna menjaga ketersediaan stok, komoditas pangan esensial diresmikan dan dijual sesuai regulasi arahan Pemerintah tanpa melebihi batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Beras SPHP seharga Rp62.500/5 kg, Minyakita Rp15.700/liter, dan Gula Kristal Putih Rp17.500/kg,” kata Don Muzakir saat meresmikan Kios APPSI di Jakarta Barat, pada Rabu, 16 September 2026.

Harga tersebut menjadi acuan penjualan di kios APPSI. Skema itu sekaligus menempatkan kios pasar sebagai salah satu titik penyaluran bahan pangan yang diawasi agar pasokan tetap tersedia.

Don Muzakir mengatakan program tersebut juga bagian dari upaya APPSI memperkuat peran pedagang pasar tradisional dalam rantai distribusi pangan.

Menurut Don Muzakir, penguatan pasar tradisional sejalan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan perekonomian sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Karena itu, pedagang kecil dan pasar tradisional dinilai perlu mendapat ruang yang cukup dalam kegiatan ekonomi.

Don Muzakir juga menilai dukungan terhadap pasar tradisional dapat menjadi upaya menjalankan arah kebijakan ekonomi yang berpihak kepada masyarakat. Ia mengatakan langkah tersebut sejalan dengan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin memperkuat ekonomi rakyat.

“Inisiatif ini merupakan langkah konkret APPSI dalam memperkuat pilar ekonomi kerakyatan sekaligus mengawal implementasi program strategis Presiden Prabowo Subianto demi tercapainya ketahanan pangan nasional yang inklusif.”

Menurut Don Muzakir, pasar tradisional menjadi ruang bagi pedagang kecil untuk mencari penghasilan dan menjadi bagian dari perputaran ekonomi masyarakat.

Karena itu, keberadaan pasar tradisional perlu terus dihidupkan. Perbaikan distribusi pangan, akses terhadap komoditas bersubsidi, dan harga yang terjangkau menjadi beberapa hal yang berkaitan langsung dengan kehidupan pedagang dan pembeli.

Don Muzakir mengatakan APPSI ingin agar kebijakan ekonomi pemerintah juga terasa sampai ke pasar. Pedagang tidak hanya menjadi bagian dari rantai distribusi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Dukungan terhadap Presiden Prabowo, kata Don Muzakir, juga diwujudkan APPSI melalui pengawalan program pemerintah di tingkat pasar. Fokusnya pada hal-hal yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan pedagang dan masyarakat.

“APPSI berkomitmen untuk terus bergerak aktif di garda terdepan dalam menjaga kestabilan harga dan mengawal kebijakan ekonomi pemerintah di tingkat akar rumput.”

APPSI juga menyatakan akan terus memperluas peran di tingkat pasar. Fokusnya mencakup distribusi pangan, ketersediaan stok, pengawasan harga komoditas kebutuhan sehari-hari, serta penguatan posisi pedagang pasar.[]