DETIKMERDEKA – Banyak orang mengira tubuh selalu memberi tanda haus saat membutuhkan air. Padahal, rasa haus tidak selalu muncul meski tubuh sedang kekurangan cairan.
Tubuh tetap kehilangan cairan setiap hari melalui keringat, urine, dan pernapasan. Kondisi itu terjadi bahkan saat seseorang hanya duduk bekerja atau berada di ruangan ber-AC sepanjang hari.
Karena gejalanya muncul perlahan, kekurangan cairan sering tidak disadari. Tubuh biasanya hanya terasa lebih lelah, sulit fokus, atau mulut mulai kering.
Kondisi tersebut sering dianggap sepele. Padahal, jika berlangsung terus-menerus, kurang cairan dapat memengaruhi konsentrasi, energi, hingga aktivitas sehari-hari.
Terlalu Lama di Ruangan Ber-AC
Udara dingin dari AC membuat tubuh kehilangan cairan secara perlahan. Kondisi itu membuat rasa haus tidak terlalu terasa.
Padahal, cairan tetap keluar melalui pernapasan dan urine selama seseorang beraktivitas di dalam ruangan.
Situasi ini cukup sering terjadi pada pekerja kantoran yang menghabiskan waktu berjam-jam di ruangan tertutup.
Terlalu Fokus Bekerja
Kesibukan juga membuat banyak orang lupa minum. Saat fokus bekerja, belajar, atau berkendara, perhatian biasanya lebih tertuju pada aktivitas dibanding kebutuhan tubuh.
Akibatnya, seseorang bisa menunda minum dalam waktu lama tanpa sadar.
Tubuh sebenarnya tetap kehilangan cairan melalui keringat, pernapasan, dan urine meski rasa haus belum muncul.
Terlalu Sering Minum Minuman Manis dan Berkafein
Minuman manis dan berkafein memang mengandung cairan. Namun, minuman tersebut tidak bisa sepenuhnya menggantikan kebutuhan air putih.
Kandungan gula yang tinggi membuat tubuh membutuhkan lebih banyak cairan untuk membantu membuang kelebihan gula melalui urine.
Minuman berkafein seperti kopi juga dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.
Karena itu, seseorang tetap bisa mengalami kekurangan cairan meski sering minum kopi atau minuman manis jika konsumsi air putih kurang.
Tanda Tubuh Mulai Kekurangan Cairan
Rasa haus bukan satu-satunya tanda tubuh kekurangan cairan. Ada beberapa gejala lain yang sering muncul lebih dulu.
Bibir dan Kulit Terasa Kering
Kekurangan cairan membuat kelembapan kulit menurun. Bibir mulai pecah-pecah dan kulit terasa lebih kering.
Gejala ini sering muncul pada orang yang terlalu lama berada di ruangan ber-AC.
Warna Urine Lebih Pekat
Warna urine menjadi salah satu tanda paling mudah untuk melihat kondisi cairan tubuh.
Urine berwarna lebih gelap biasanya menunjukkan tubuh membutuhkan lebih banyak cairan. Sebaliknya, warna kuning muda umumnya menandakan kebutuhan cairan masih tercukupi.
Penelitian dalam jurnal Nutrition *Frontiers in Nutrition* tahun 2020 menyebut warna urine memiliki hubungan kuat dengan kondisi hidrasi tubuh.
Saat tubuh kekurangan cairan, konsentrasi zat sisa dalam urine meningkat sehingga warnanya menjadi lebih pekat.
Mudah Lelah dan Sulit Fokus
Kurang cairan dapat memengaruhi aliran darah dan fungsi otak. Tubuh menjadi lebih lemas dan konsentrasi menurun.
Penelitian dalam *Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics* tahun 2021 menyebut dehidrasi dapat memengaruhi fungsi kognitif dan kemampuan fokus.
Kondisi ini sering tidak disadari karena gejalanya muncul perlahan.
Sakit Kepala Ringan
Dehidrasi ringan juga dapat memicu sakit kepala. Kondisi itu terjadi karena keseimbangan cairan tubuh mulai terganggu.
Saat cairan tubuh berkurang, aliran darah dan pasokan oksigen ke otak ikut terpengaruh. Kepala terasa berat dan tubuh menjadi kurang segar.
Penelitian dalam jurnal *Nutrients* menyebut kekurangan cairan dapat memengaruhi suasana hati, fokus, dan performa mental sehari-hari, bahkan pada dehidrasi ringan.
Minum Sedikit demi Sedikit Lebih Baik
Kebutuhan cairan tubuh sebaiknya dipenuhi secara bertahap sepanjang hari. Cara ini membantu tubuh tetap terhidrasi dan terasa lebih nyaman saat beraktivitas.
Minum terlalu banyak sekaligus juga tidak disarankan. Kondisi itu membuat ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan cairan melalui urine.
Tubuh juga bisa terasa begah dan lebih sering buang air kecil.
Cara paling sederhana untuk memantau kebutuhan cairan adalah melihat warna urine. Jika warnanya mulai lebih pekat, tubuh biasanya membutuhkan lebih banyak air putih.
Sebaliknya, warna kuning muda umumnya menunjukkan kebutuhan cairan masih terpenuhi dengan baik.






