DETIKMERDEKA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan perekonomian Jakarta menunjukkan pertumbuhan positif pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu indikatornya terlihat dari peningkatan realisasi investasi.
Presiden Pramono menyampaikan hal itu saat peresmian LRT Jakarta jalur Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, pada Rabu, 16 September 2026.
Pramono membandingkan nilai investasi Jakarta pada 2021 dengan capaian dalam dua tahun terakhir.
“Yang juga menggembirakan, kalau dulu di tahun 2021, selama satu tahun penuh, investasi Jakarta itu Rp 103 triliun. Dalam era dua tahun ini, dalam kepemimpinan Bapak, Jakarta tumbuh 162 persen. Tahun 2025, investasi di Jakarta Rp 270 triliun. Bahkan di triwulan kedua tahun ini, investasi di Jakarta Rp 173 triliun,” kata Pramono dalam sambutannya saat peresmian LRT Jakarta di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, pada Rabu, 16 September 2026.
Data Pemprov DKI menunjukkan realisasi investasi Jakarta mencapai Rp270,9 triliun pada 2025. Nilainya kemudian mencapai Rp173,6 triliun hingga triwulan II 2026.
Pramono mengatakan peningkatan investasi tersebut menunjukkan adanya kepercayaan terhadap Jakarta. Menurut dia, pertumbuhan investasi membutuhkan kondisi yang membuat pelaku usaha merasa aman dan nyaman.
Pramono juga melaporkan kondisi ekonomi Jakarta kepada Prabowo. Pertumbuhan ekonomi Jakarta pada periode tersebut mencapai 5,52 persen. Inflasi tercatat 2,5 persen.
“Dan Jakarta memberikan kontribusi bagi perekonomian kita 16,32 persen,” ucap mantan sekretaris kabinet (seskab) itu.
Angka pertumbuhan tersebut sejalan dengan data yang disampaikan Pemprov DKI. Realisasi investasi hingga triwulan II 2026 juga tercatat menyumbang sekitar 17,2 persen terhadap total investasi nasional.
Pramono mengatakan pertumbuhan ekonomi perlu diikuti dengan pembenahan transportasi publik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meresmikan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai pada Rabu, 16 September 2026.
Presiden Prabowo Subianto langsung meresmikan jalur tersebut. Kehadiran LRT menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas konektivitas transportasi umum di Jakarta.
Pramono mengatakan transportasi yang terintegrasi tidak hanya berkaitan dengan mobilitas warga. Sistem tersebut juga berkaitan dengan produktivitas dan kegiatan ekonomi.
“Bapak Presiden yang kami hormati, kami membangun LRT Jakarta ini guna untuk memperkuat sistem transportasi publik yang terintegrasi, meningkatkan produktivitas, layanan publik serta konektivitas,” kata Pramono di Stasiun LRT Manggarai.
Pramono mengeklaim konektivitas transportasi umum di Jakarta kini telah mencapai 93 persen. Jumlah warga yang menggunakan transportasi umum juga terus meningkat.
Menurut dia, penggunaan transportasi publik tumbuh sekitar 15 persen per tahun selama dua tahun terakhir.
Pertumbuhan penggunaan transportasi umum tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan kemacetan. Namun, pilihan warga untuk menggunakan angkutan umum kini semakin banyak.
Kondisi itu menjadi salah satu alasan Pemprov DKI melanjutkan pengembangan jaringan LRT. Pemerintah Jakarta berencana memperpanjang jalur LRT menuju sejumlah titik yang terhubung dengan sistem transportasi lain.
Pramono mengatakan pembangunan LRT akan dilanjutkan dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium (JIS). Jalur lainnya direncanakan terhubung dengan Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Halim.
Rencana tersebut membutuhkan dukungan pemerintah pusat, termasuk untuk pembiayaan pembangunan.
“Kami akan melanjutkan LRT ini dari Kelapa Gading sampai dengan JIS, kemudian dari Velodrome sampai dengan Whoosh kereta cepat. Bapak Presiden, akan lebih menggembirakan kalau kemudian Bapak tugaskan Danantara juga ikut membantu kami, Pak,” kata Pramono di hadapan Prabowo.
Presiden Prabowo merespons permintaan tersebut dengan menyatakan kesiapan mendukung pengembangan LRT Jakarta melalui Danantara. Ia menilai pembangunan transportasi Jakarta juga berkaitan dengan kepentingan masyarakat dari berbagai daerah.
“Dan tadi ada sedikit harapan ya dari Gubernur, Danantara untuk ikut membantu. Saya kira Danantara wajib membantu. Karena DKI bukan hanya milik orang yang tinggal di DKI, DKI milik seluruh bangsa,” ujar Presiden Prabowo.
Pengembangan LRT tersebut akan menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan transportasi publik Jakarta. Rencana itu juga diarahkan untuk menghubungkan kawasan permukiman, pusat kegiatan ekonomi, hingga simpul transportasi antarmoda.[]






