DETIKMERDEKA – Timnas Indonesia akan menghadapi Singapura pada laga penentuan Grup A Piala AFF 2026 atau ASEAN Championship 2026. Pertandingan ini menjadi penentu langkah Skuad Garuda menuju babak semifinal.
Pakar sepak bola Asia sekaligus jurnalis ESPN, Gabriel Tan, menilai Indonesia masih memiliki peluang lebih besar untuk meraih kemenangan. Namun, ia mengingatkan Singapura bukan lawan yang bisa dianggap remeh.
“Saya rasa Indonesia masih memiliki peluang sangat baik,” kata Gabriel.
“Kalau melihat kualitas di atas kertas, sebagian besar orang mungkin masih akan menilai Indonesia sedikit lebih unggul dibanding Singapura,” tambahnya.
Laga Indonesia melawan Singapura akan berlangsung di Stadion Jalan Besar, Singapura, pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Indonesia wajib menang untuk memastikan tiket ke semifinal. Hasil imbang maupun kekalahan akan mengakhiri langkah tim asuhan John Herdman di turnamen ini.
Kondisi tersebut membuat pertandingan diperkirakan berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit awal. Kedua tim sama-sama membutuhkan hasil maksimal demi menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Secara statistik, Indonesia memiliki catatan yang sedikit lebih baik. Skuad Garuda meraih tiga kemenangan dalam lima pertemuan terakhir melawan Singapura.
Meski begitu, Indonesia belum pernah menang dalam dua laga tandang terakhir di Negeri Singa. Garuda mencatat satu hasil imbang dan satu kekalahan dalam dua kunjungan tersebut.
Gabriel menilai rekor tersebut menunjukkan Singapura selalu mampu memberikan perlawanan ketika bermain di kandang sendiri.
Menurutnya, performa Singapura sepanjang Piala AFF 2026 juga layak mendapat perhatian.
Tim berjuluk The Lions itu sukses menahan Vietnam tanpa gol di Stadion Nasional My Dinh, kandang tim asuhan Kim Sang-sik. Bahkan, Singapura beberapa kali menciptakan peluang berbahaya yang nyaris berbuah gol kemenangan.
Hasil itu membuat Singapura mengoleksi tujuh poin, sama seperti Vietnam, dan tetap bersaing di papan atas klasemen Grup A.
“Singapura telah menunjukkan sepanjang turnamen bahwa mereka bukan tim yang mudah dikalahkan,” kata Gabriel.
“Hasil imbang tanpa gol melawan Vietnam membuktikan betapa tangguh dan fokusnya tim ini.”
“Bahkan pada akhir pertandingan melawan Vietnam, Singapura hampir mencetak satu atau dua gol kemenangan. Itu menunjukkan bahwa mereka juga mampu memberikan ancaman,” jelas dia.
Gabriel memperkirakan Singapura akan kembali memakai pendekatan yang sama saat menghadapi Indonesia. Tim asuhan Gavin Lee diprediksi lebih banyak menunggu, bertahan rapat, lalu mengandalkan serangan balik.
Strategi tersebut dinilai cukup efektif ketika menghadapi Vietnam dan berpeluang kembali diterapkan karena Indonesia membutuhkan kemenangan.
“Saya memperkirakan Singapura akan membiarkan Indonesia lebih banyak menyerang, lalu menerapkan pendekatan yang sama seperti saat menghadapi Vietnam,” kata Gabriel.
Menurutnya, pertandingan ini akan menjadi salah satu laga paling menarik di fase grup karena kedua tim sama-sama memiliki target meraih tiga poin.
“Menurut saya, pertandingan pada Jumat nanti akan menjadi laga yang sangat menarik untuk disaksikan,” tutur dia.
Indonesia diperkirakan akan tampil lebih agresif demi mengamankan kemenangan. Sementara itu, Singapura diprediksi mengandalkan disiplin bertahan dan efektivitas serangan balik untuk memanfaatkan setiap kesalahan lawan.
Kombinasi dua pendekatan tersebut membuat duel di Stadion Jalan Besar diperkirakan berlangsung ketat hingga peluit akhir.





