Don Muzakir: APPSI Perkuat Pasar Rakyat untuk Jaga Stabilitas Pangan Nasional

DETIKMERDEKA – Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menegaskan pasar tradisional memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Penguatan pasar rakyat dinilai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga pasokan bahan pokok, mengendalikan harga, dan memperkuat ekonomi kerakyatan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Harian DPP APPSI, Don Muzakir, usai melantik pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APPSI Kalimantan Tengah di Milla Ballroom, Jalan Tjilik Riwut Km 2, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada Senin, 20 Juli 2026.

Menurut Don Muzakir, pasar tradisional merupakan ujung tombak distribusi pangan. Karena itu, APPSI siap mengambil peran lebih besar dalam mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan.

“Pasar tradisional adalah jantung ekonomi kerakyatan. Kalau pasarnya kuat, pasokan pangan terjaga, harga stabil, dan daya beli masyarakat ikut meningkat. Karena itu, APPSI akan berada di garis depan untuk mengawal setiap kebijakan Presiden Prabowo yang berpihak kepada rakyat, pedagang, petani, nelayan, pelaku UMKM, dan seluruh masyarakat Indonesia. Semua ini bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata,” kata Don Muzakir.

Ia menjelaskan, keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi pertanian. Distribusi hasil panen hingga sampai ke tangan masyarakat melalui pasar tradisional juga menjadi faktor yang menentukan.

Menurutnya, pedagang pasar menjadi penghubung antara petani, nelayan, pelaku usaha, dan konsumen. Peran itu membuat pasar tradisional memiliki posisi strategis dalam menjaga ketersediaan bahan pangan di tengah masyarakat.

“Pedagang pasar merupakan mata rantai penting dalam sistem pangan nasional. Kami memastikan hasil panen petani dapat terserap, kebutuhan masyarakat tersedia, dan distribusi pangan tetap berjalan dengan baik. APPSI siap bersinergi dengan pemerintah pusat maupun daerah agar tidak terjadi kelangkaan maupun gejolak harga. Ketika distribusi berjalan baik dan harga tetap stabil, manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Don Muzakir mengatakan APPSI juga mendukung kebijakan ekonomi kerakyatan yang dijalankan pemerintah. Menurut dia, pasar tradisional harus terus diperkuat agar mampu bersaing dan tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kebijakan ekonomi kerakyatan harus menjadi fondasi pembangunan nasional. Negara harus hadir memperkuat pasar tradisional, melindungi pedagang kecil, memperlancar distribusi barang, dan menciptakan iklim usaha yang sehat. Dengan begitu, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga oleh seluruh masyarakat melalui terciptanya lapangan kerja, meningkatnya daya beli, serta terjaminnya kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” katanya.

Ia menilai penguatan pasar rakyat juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani dan nelayan. Distribusi yang lancar membuat hasil produksi lebih mudah terserap pasar sehingga rantai pasok pangan berjalan lebih efektif.

Don Muzakir mengajak seluruh pengurus APPSI di daerah memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Bulog, dan seluruh pemangku kepentingan. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga ketersediaan bahan pokok serta mengantisipasi gejolak harga di pasar.

“Mari bersama-sama menjaga pasokan pangan, menciptakan pasar yang tertib, serta memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Ketahanan pangan, stabilitas pasar, dan penguatan ekonomi kerakyatan pada akhirnya memiliki satu tujuan, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujar Don Muzakir.

APPSI berharap seluruh pengurus mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat peran pasar tradisional sebagai penyangga ketahanan pangan sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan.[]