DETIKMERDEKA – Tiongkok dan Korea Selatan mencapai kemajuan positif dalam putaran ke-16 negosiasi fase kedua Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) bilateral yang berlangsung di Beijing pada 31 Agustus hingga 4 September. Kementerian Perdagangan Tiongkok pada Rabu menyatakan bahwa kedua negara berhasil membuat kemajuan dalam pembahasan perdagangan jasa lintas batas dan akses pasar melalui mekanisme negative list, serta sepakat mempercepat penyelesaian negosiasi yang masih tersisa.
Menurut Kementerian Perdagangan Tiongkok, percepatan negosiasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterbukaan di sektor perdagangan jasa dan investasi bilateral sehingga dapat memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara di tengah dinamika ekonomi global. Kedua pihak juga berkomitmen mendorong tercapainya kesepakatan akhir dalam waktu sesingkat mungkin.
Perundingan lanjutan ini merupakan bagian dari implementasi FTA China–Korea Selatan yang ditandatangani pada Juni 2015 dan mulai berlaku pada 20 Desember 2015. Kementerian Perdagangan Tiongkok menyebutkan bahwa hingga Juni 2026 kedua negara telah melaksanakan 12 putaran pengurangan tarif, yang menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya perdagangan bilateral.
Sementara itu, Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan (MOTIE) menjelaskan bahwa negosiasi fase kedua yang dimulai sejak 2018 difokuskan pada liberalisasi perdagangan jasa, investasi, serta peningkatan kepastian akses pasar agar kerja sama ekonomi kedua negara tidak hanya bertumpu pada perdagangan barang, tetapi juga berkembang ke sektor jasa dan investasi.
Hubungan dagang kedua negara juga terus menunjukkan tren yang kuat. Berdasarkan data Administrasi Umum Bea Cukai Tiongkok, nilai perdagangan bilateral sepanjang 2025 mencapai US$331,24 miliar, meningkat 1,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pada periode Januari hingga Mei 2026, volume perdagangan kedua negara tercatat US$186,14 miliar, atau naik 43,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
China saat ini merupakan mitra dagang terbesar Korea Selatan, sedangkan Korea Selatan menjadi mitra dagang terbesar kedua bagi China. Dengan adanya kemajuan dalam putaran ke-16 negosiasi ini, kedua negara berharap penyelesaian fase kedua FTA dapat semakin memperluas perdagangan jasa, meningkatkan investasi, dan memperkuat stabilitas hubungan ekonomi bilateral dalam jangka panjang.






