DETIKMERDEKA – Timnas Indonesia memiliki keunggulan yang sangat mencolok atas Timor Leste menjelang laga kedua Grup A Piala AFF 2026. Kedua tim dijadwalkan bertemu di Chonburi Municipality Stadium, Thailand, Jumat (31/7/2026) pukul 17.00 WIB.
Perbedaan kekuatan itu terlihat dari nilai pasar kedua skuad. Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar Timnas Indonesia mencapai Rp163,82 miliar. Sementara itu, nilai pasar Timor Leste hanya Rp14,08 miliar.
Artinya, nilai skuad Garuda sekitar 11 kali lebih besar dibandingkan Timor Leste. Indonesia juga tercatat sebagai tim dengan nilai pasar tertinggi di Piala AFF 2026.
Posisi berikutnya ditempati Vietnam dengan total nilai pasar sekitar Rp115 miliar. Thailand menyusul dengan nilai skuad yang juga berada di kisaran Rp115 miliar.
Meski demikian, nilai pasar bukan satu-satunya penentu hasil pertandingan. Vietnam tetap dipandang sebagai lawan terkuat Indonesia di Grup A. Tim asuhan Kim Sang-sik membuka turnamen dengan kemenangan telak 7-0 atas Timor Leste.
Kekuatan Vietnam juga bertambah setelah diperkuat empat pemain naturalisasi, yakni Patrick Le Giang, Hendrio, Rafaelson, dan Geovane Magno.
Hendrio, Rafaelson, dan Geovane Magno merupakan pemain kelahiran Brasil yang telah lama berkarier di Liga Vietnam sebelum menjadi warga negara Vietnam. Patrick Le Giang merupakan kiper berdarah Vietnam-Slovakia yang kini menjadi bagian dari skuad Vietnam.
Perbedaan nilai pasar Indonesia dan Timor Leste tidak lepas dari banyaknya pemain Garuda yang berkarier di kompetisi Eropa.
Nama-nama seperti Thom Haye, Sandy Walsh, Eliano Reijnders, hingga Justin Hubner memiliki nilai pasar yang tinggi.
Secara individu, Justin Hubner sebenarnya menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi di skuad Indonesia, yakni sekitar Rp17,38 miliar.
Namun, bek berusia 22 tahun itu dipastikan absen pada Piala AFF 2026. Meski sebelumnya masuk daftar pemain, klub Belanda Fortuna Sittard memilih tidak melepasnya karena turnamen tersebut tidak masuk kalender resmi FIFA.
“Dia hanya sedang dalam perjalanan ke Prancis, tempat tim dijadwalkan menjalani laga uji coba melawan FC Metz,” ujar juru bicara Fortuna Sittard, dikutip dari Limburger.
Meski tanpa Hubner, Indonesia masih memiliki sejumlah pemain dengan nilai pasar di atas Rp10 miliar. Thom Haye memiliki nilai pasar sekitar Rp15,64 miliar. Rizky Ridho bernilai Rp11,30 miliar. Sandy Walsh dan Eliano Reijnders masing-masing memiliki nilai pasar sekitar Rp10,43 miliar.
Di kubu Timor Leste, total nilai pasar skuad hanya mencapai Rp14,08 miliar.
Pemain dengan nilai pasar tertinggi adalah penyerang Joao Pedro yang bermain untuk Kuching City di Liga Malaysia. Nilai pasarnya diperkirakan mencapai Rp3,48 miliar.
Perbedaan kualitas skuad tersebut membuat Indonesia lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan. Skuad Garuda juga datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menang 5-1 atas Kamboja pada laga pembuka.
Selain unggul dari sisi nilai pasar, Indonesia juga memiliki rekor pertemuan yang sangat baik atas Timor Leste.
Dalam lima pertemuan terakhir di berbagai ajang, Timnas Indonesia selalu meraih kemenangan. Rekor tersebut menjadi modal positif bagi Skuad Garuda untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.
Pertemuan terakhir kedua tim berlangsung pada laga uji coba internasional pada 2022. Saat itu, Indonesia menang meyakinkan dengan skor 3-0 dan memperpanjang dominasi atas Timor Leste.[]





