APPSI Sukoharjo Resmi Dilantik, Don Muzakir Dorong Penguatan Pasar Tradisional dan UMKM

DETIKMERDEKA – Ketua Harian DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Don Muzakir melantik pengurus DPD APPSI Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Rabu, 10 Juni 2026.

Pelantikan berlangsung dalam rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) APPSI Kabupaten Sukoharjo yang digelar di lantai dua Soto Pak Harjo, Jalan Slamet Riyadi, Sukoharjo.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah Wawan Pramono, para pedagang pasar, pelaku usaha, akademisi, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Mamas Bambang Handoko resmi dilantik sebagai Ketua DPD APPSI Kabupaten Sukoharjo.

Ketua Harian DPP APPSI Don Muzakir mengatakan APPSI memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pedagang pasar tradisional.

Menurut dia, pasar rakyat masih menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah dan sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat.

“APPSI harus menjadi wadah perjuangan pedagang pasar. Organisasi ini harus hadir untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, membantu pedagang berkembang, serta menjadi mitra pemerintah dalam membangun pasar rakyat yang lebih maju dan berdaya saing,” kata Don Muzakir.

Don Muzakir menegaskan APPSI mendukung berbagai program Presiden Prabowo Subianto, khususnya yang berkaitan dengan ekonomi kerakyatan, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami mendukung program Presiden Prabowo Subianto yang berpihak kepada ekonomi rakyat. Pedagang pasar, UMKM, petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil harus menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi nasional,” ujarnya.

Menurut Don, pasar tradisional tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat transaksi jual beli. Pasar juga memiliki fungsi sosial dan ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat.

Karena itu, APPSI didorong untuk aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pihak lainnya guna memperkuat daya saing pasar rakyat di tengah perubahan zaman.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo menyampaikan apresiasinya atas terbentuknya kepengurusan APPSI Kabupaten Sukoharjo yang baru.

Menurut dia, keberadaan APPSI sangat penting sebagai mitra pemerintah daerah dalam menampung aspirasi para pedagang pasar dan membantu menciptakan iklim usaha yang sehat.

“Kami berharap APPSI dapat menjadi jembatan komunikasi yang baik antara pedagang dan pemerintah. Masukan dari para pedagang sangat penting untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah dan pengembangan pasar rakyat di Sukoharjo,” kata Eko Sapto Purnomo.

Eko menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas pasar tradisional agar tetap menjadi pilihan masyarakat. Pembenahan fasilitas, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan pasar menjadi bagian dari upaya tersebut.

Selain itu Ketua DPD APPSI Kabupaten Sukoharjo, Mamas Bambang Handoko, menegaskan komitmennya menjadikan APPSI sebagai rumah besar bagi para pedagang pasar sekaligus mitra pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

“Saya percaya bahwa organisasi sebesar APPSI dibangun bukan hanya karena kepentingan sesaat, melainkan berangkat dari visi, misi, dan ambisi yang mulia untuk bangsa. Visi untuk menciptakan pasar rakyat yang kuat dan bermartabat, misi untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang serta memperkuat ekonomi daerah,” kata Mamas.

Menurut dia, pasar tradisional harus tetap menjadi denyut nadi perekonomian nasional meski menghadapi perkembangan bisnis modern dan perubahan pola belanja masyarakat.

Karena itu, APPSI Sukoharjo akan berupaya menjadi jembatan komunikasi yang baik antara pedagang dan pemerintah. Organisasi juga akan aktif memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pedagang pasar.

Mamas menilai pembenahan pasar tradisional perlu terus dilakukan agar semakin bersih, tertata, aman, dan nyaman. Di sisi lain, pasar rakyat juga harus mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan identitas dan semangat gotong royong yang menjadi ciri khasnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun pasar tradisional yang lebih maju dan sejahtera.

“Semoga langkah yang kita mulai hari ini menjadi awal dari perubahan besar yang membawa manfaat bagi para pedagang, masyarakat, dan bangsa Indonesia,” ujarnya.[]