DETIKMERDEKA – Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak hanya mengejar sukses penyelenggaraan pertandingan. Ajang olahraga terbesar di Indonesia itu juga diharapkan menjadi penggerak pariwisata dan ekonomi daerah.
Salah satu wilayah yang disiapkan untuk mewujudkan target tersebut adalah Kabupaten Sumba Timur, NTT. Daerah ini diproyeksikan menjadi etalase sport tourism melalui perpaduan kompetisi olahraga, potensi wisata, dan pemberdayaan pelaku usaha lokal.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Marciano Norman mengatakan penyelenggaraan PON harus memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, termasuk sektor pariwisata dan usaha kecil.
“Selain sukses penyelenggaraan, prestasi, administrasi, PON harus sukses perekonomian yang di dalamnya sukses pariwisata, bagaimana PON ini memberikan dampak ke seluruh pegiat di sektor pariwisata mulai akomodasi, konsumsi, UMKM dan sebagainya,” kata Marciano dalam keterangan tertulis di Jakarta, pada Senin, 20 Juli 2026.
Konsep sport tourism menjadi salah satu fokus penyelenggaraan PON 2028. Kehadiran atlet, ofisial, dan suporter dari berbagai daerah diharapkan ikut mendorong perputaran ekonomi, terutama bagi pelaku usaha di sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan UMKM.
Marciano meninjau Hapu Mbay Hall di Sumba Timur pada Minggu, 19 Juli 2026. Gedung tersebut direncanakan menjadi arena pertandingan cabang olahraga tenis meja pada PON 2028.
Hasil peninjauan menunjukkan fasilitas tersebut dinilai layak untuk menggelar pertandingan. Namun, sejumlah penyempurnaan tetap diperlukan agar memenuhi standar kompetisi nasional.
“Venue di Sumba Timur ini (Hapu Mbay Hall) adalah tempat sangat layak dan ini bisa untuk kejuaraan tenis meja, yang atlet-atletnya akan senang karena suasana tempatnya bagus,” ujar Marciano.
KONI selanjutnya akan meminta Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) melakukan peninjauan. Langkah itu dilakukan untuk memberikan rekomendasi teknis terkait penyempurnaan arena sebelum digunakan sebagai venue PON.
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menyambut baik rencana tersebut. Sekretaris Daerah Sumba Timur Umbu Ngadu Ndamu mengatakan daerahnya siap mendukung penyelenggaraan cabang olahraga tenis meja pada PON 2028.
“Pemerintah daerah Sumba Timur, dalam hal ini Bapak Bupati dan jajarannya menyambut baik wacana Hapu Mbay Hall sebagai venue PON XXII cabang olahraga tenis meja,” kata Umbu.
Pemerintah daerah juga memastikan kesiapan berbagai fasilitas pendukung. Penginapan, transportasi, serta layanan bagi atlet, ofisial, dan pengunjung terus dipersiapkan agar mampu mendukung kelancaran penyelenggaraan pertandingan.
PON XXII 2028 menjadi kali pertama NTT dan NTB dipercaya menjadi tuan rumah bersama.
Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, penyelenggaraan PON diharapkan memperkenalkan potensi wisata kedua provinsi kepada masyarakat luas sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi daerah penyelenggara.[]





