Lantik Pengurus APPSI Grobogan, Don Muzakir: Pasar Tradisional Jangan Ditinggalkan Ekonomi Rakyat Harus Diperkuat

DETIKMERDEKA – Ketua Harian DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Don Muzakir menegaskan pembangunan ekonomi nasional harus bertumpu pada kekuatan rakyat. Petani, nelayan, pedagang pasar tradisional, dan pelaku UMKM dinilai menjadi penopang utama perputaran ekonomi hingga tingkat desa.

Pernyataan itu disampaikan Don Muzakir usai melantik pengurus DPD APPSI Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Pada pelantikan tersebut, Ahmad Zaeni resmi ditunjuk sebagai Ketua DPD APPSI Kabupaten Grobogan.

Pelantikan dihadiri pengurus APPSI, pedagang pasar, serta sejumlah tokoh masyarakat. Kegiatan itu menjadi bagian dari penguatan organisasi pedagang pasar di daerah di tengah tantangan ekonomi dan perubahan pola perdagangan.

Don Muzakir mengatakan pertumbuhan ekonomi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya terlihat dalam angka statistik.

“Ekonomi Indonesia tidak boleh hanya tumbuh di atas angka, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Petani, nelayan, pedagang pasar, dan UMKM harus menjadi prioritas karena mereka adalah penggerak utama ekonomi bangsa,” ujar Don Muzakir.

Menurut Don Muzakir, arah pembangunan ekonomi perlu memperkuat ekonomi kerakyatan sebagaimana amanat UUD 1945 Pasal 33. Negara, kata dia, harus hadir melalui kebijakan yang memberi perlindungan usaha, kepastian berusaha, akses permodalan, serta menciptakan pasar yang sehat dan adil.

Pasar tradisional, menurut Don Muzakir, masih memegang peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat dan kestabilan harga kebutuhan pokok. Persaingan dengan perdagangan daring, perubahan perilaku belanja, serta kondisi fasilitas pasar menjadi tantangan yang perlu dijawab bersama.

Karena itu, revitalisasi pasar, pembenahan fasilitas, digitalisasi usaha kecil, serta perlindungan bagi pedagang kecil dinilai perlu mendapat perhatian lebih serius.

“Pasar tradisional bukan sekadar tempat jual beli, tetapi ruang hidup ekonomi rakyat. Di sana ada pedagang kecil, petani, hingga masyarakat yang menggantungkan penghasilan setiap hari. Pasar rakyat harus dijaga dan diperkuat agar tetap menjadi pusat ekonomi masyarakat,” katanya.

Don Muzakir juga menyinggung dukungan terhadap program pembangunan yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan ekonomi rakyat. Menurut dia, penguatan sektor pertanian, peningkatan produksi pangan, pembukaan lapangan kerja, dan perluasan akses usaha menjadi kebutuhan nyata masyarakat.

“APPSI mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto dalam membangun ekonomi yang mandiri dan berkeadilan. Ketahanan pangan, hilirisasi yang berpihak pada rakyat, serta penguatan ekonomi desa menjadi jalan penting agar Indonesia tidak bergantung pada pihak luar,” ujarnya.

Don Muzakir menilai pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan investasi besar. Usaha rakyat, kata dia, juga harus diberi ruang tumbuh agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata.

“Kalau petani sejahtera, nelayan terlindungi, pasar tradisional hidup, dan UMKM berkembang, maka ekonomi nasional akan lebih kuat karena berdiri di atas fondasi rakyat sendiri,” kata Don.

Don Muzakir juga mengajak seluruh pengurus Tani Merdeka Indonesia di tingkat DPW, DPD, kecamatan, hingga desa untuk ikut mengawal pembangunan yang berpihak kepada masyarakat serta menjaga persatuan bangsa.

“Kita siap mengawal dan membela Presiden Prabowo Subianto dari fitnah maupun informasi yang menyesatkan. Sikap ini bagian dari komitmen menjaga stabilitas dan memastikan program pro rakyat dapat berjalan dengan baik demi kepentingan masyarakat luas,” tutup Don Muzakir.

Pelantikan DPD APPSI Grobogan diharapkan memperkuat posisi pedagang pasar dalam menghadapi tantangan ekonomi sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih aktif antara pedagang, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Sementara itu Ketua DPD APPSI Kabupaten Grobogan Ahmad Zaeni mengatakan kepengurusan baru akan fokus memperkuat peran pedagang pasar serta membangun komunikasi yang lebih aktif dengan pemerintah daerah.

Menurut Ahmad, pedagang pasar saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Persaingan dengan perdagangan daring, perubahan pola belanja masyarakat, hingga kebutuhan perbaikan fasilitas pasar menjadi persoalan yang perlu dicari solusinya bersama.

“APPSI harus hadir di tengah pedagang, bukan hanya sebagai wadah organisasi, tetapi juga menjadi tempat menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan kebutuhan pedagang pasar,” ujar Ahmad Zaeni.

Ahmad mengatakan pengurus baru akan mendorong pembenahan pasar rakyat, penguatan usaha kecil, serta memperluas akses informasi dan peluang usaha bagi pedagang.

Ia menilai pasar tradisional masih menjadi pusat ekonomi masyarakat yang harus dijaga keberlangsungannya.

“Pedagang pasar adalah bagian penting dari ekonomi daerah. Kami ingin pasar rakyat di Grobogan semakin tertata, nyaman, dan mampu berkembang mengikuti perubahan tanpa kehilangan identitasnya sebagai ruang ekonomi masyarakat,” katanya.

Ahmad juga menyatakan kesiapan APPSI Grobogan untuk mendukung program pembangunan yang berkaitan dengan ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau pedagang kuat dan pasar hidup, maka ekonomi masyarakat juga bergerak. Karena itu, kami siap bekerja sama dengan semua pihak demi menjaga pasar rakyat tetap tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tutup Ahmad Zaeni.