Ramadhan 1444 H, Harga Bahan Pangan Naik, Don Muzakir : Meningkatnya Permintaan Sementara Stock Terbatas
DETIKMERDEKA.COM- Ketua bidang jaringan Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Don Muzakir mengkonfirmasi kondisi harga pangan yang sudah merangkak naik di awal bulan Ramadhan 1444 H. Seiring dengan meningkatnya permintaan sementara stok terbatas. Tercatat komoditas daging sapi yang sudah tembus Rp.17.000/Kg di Aceh hingga telur, daging ayam dan minyak goreng ikut meroket
Sebenarnya fenomena kenaikan harga bahan pokok menjelang lebaran adalah hal biasa setiap tahun terjadinya kenaikan, namun kali ini kenaikan tidak begitu signifikan hanya merangkak naik secara berbeda di tiap daerah, contoh di Aceh harga daging sapi Rp.107ribu/kg sementara di Jakarta berada di harga Rp 130ribu/Kg sampai Rp 150ribu/Kg,” ucap Don Muzakir yang juga ketua umum Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera) seperti dikutip di youtube CNBC Indonesia, Selasa (28/3/23)
Menurut Don, beberapa daerah ini berbeda beda harganya, termasuk yang mengalami penurunan seperti cabe malah turun hari ini, kalau telur naik, daging ayam pun ikutan naik dan malah minyak goreng yang tampak langka di pasar rakyat
Diketahui harga minyak goreng oleh pedagang ada yang menjual dari Rp14ribu, Rp15ribu sampai dengan Rp.17ribu. Diakuinya, pedagang hanya mengambil dari distributor yang ada di pasar, padahal minyak goreng bermerk Minyakita sangat langka di pasar. Sedangkan kebutuhan pangan seperti beras benar benar sudah naik sekitar Rp1500 sampai ada yang Rp2000,” cetus Don Muzakir
Kekuatiran masyarakat di setiap lebaran tentunya kenaikan harga pangan jelang lebaran. Namun menurut Don, harga pangan di pasar dianggap masih stabil, selain itu pun pemerintah masih tetap memberikan bantuan sosial kepada masyarakat bahkan lebih dari 21 juta warga masyarakat masih menerima bansos
“ Tahun ini barang sangat banyak dipasar tetapi sedikit barang yang beredar jadi ini menjadi kendala dan menyebabkan harga naik, jadi fenomena ini setiap tahun hampir terjadi di tiap momen seperti di masa lebaran, natalan dan momen lainnya,” ujarnya
Don berharap, di bulan Maret hingga April ini suplai barang yang lebih banyak diimbangi dengan kuantitas barang yang beredar di pasar. “Sebenarnya ini masalah klasik adanya kenaikan harga dan mengapa kenaikan harga pangan ini masih belum bisa di antisipasi oleh pemerintah supaya harga menjadi lebih stabil di musim musim seperti ramadhan dan lebaran,” tegas Don
“ Sebenarnya begini, pedagang mengambil barang dari distributor setelah melalui rentetan jaringan hingga sampai kepada pedagang, jadi kenaikan setiap harga barang bisa jadi yang disalahkan adalah pedagang padahal pedagang hanya mengambil untung sekitar 2- 5% dari harga barang di pasaran
“ Untuk suplai beras sebenarnya dari Bulog yang sulit , sementara untuk sayur mayur juga ada kenaikan berkisar Rp.100 hingga Rp.500. Trend kenaikan ini terjadi berkat permintaan barang yang tinggi dan akibat adanya cost yang dikeluarkan lantaran tingginya demain tersebut,” tandas Don Muzakir






