Rusia Sebut Aktivitas Militer Jepang di Dekat Perbatasannya Ancam Keamanan

DETIKMERDEKA – Kementerian Luar Negeri Rusia pada Rabu menyatakan bahwa peningkatan aktivitas militer Jepang bersama Amerika Serikat dan sekutu Barat di dekat wilayah Timur Jauh Rusia mengancam keamanan nasionalnya. Moskow juga menyoroti rencana penempatan sistem rudal jarak menengah di Jepang.

Menurut laporan CGTN, kekhawatiran itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Andrey Rudenko saat bertemu Duta Besar Jepang untuk Rusia, Akira Muto. Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut langkah-langkah tersebut sebagai “ancaman langsung terhadap keamanan nasional Rusia, serta perdamaian dan stabilitas di Asia Timur Laut.”

Moskow memperingatkan bahwa pihaknya akan mengambil langkah untuk menjaga kemampuan pertahanan apabila aktivitas militer yang dipersoalkannya terus berlanjut. Rusia juga mengkritik sikap Tokyo, termasuk protes Jepang atas kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Kepulauan Kuril Selatan dan peningkatan bantuan militer Jepang kepada Ukraina.

Perselisihan itu turut membayangi permintaan Tokyo agar kunjungan bebas visa warga Jepang ke Kepulauan Kuril Selatan kembali dibuka. Sebagaimana diberitakan CGTN, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova meminta Jepang mengutamakan diplomasi dalam menangani persoalan hubungan kedua negara.

Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menilai sikap Jepang terhadap Rusia saat ini sangat tidak bersahabat, antara lain karena Tokyo ikut menerapkan sanksi terkait perang di Ukraina. Setelah Jepang bergabung dengan sanksi tersebut pada 2022, Rusia menghentikan perundingan perjanjian damai bilateral, menangguhkan kunjungan bebas visa ke Kepulauan Kuril Selatan, dan menarik diri dari pembicaraan mengenai kegiatan ekonomi bersama di kepulauan itu.