Yudi Latif: Nasionalisme Harus Melahirkan Generasi Pemimpin yang Membangun Bangsa

DETIKMERDEKA – Cendekiawan Yudi Latif mengatakan nasionalisme harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang mampu membangun bangsa, termasuk melalui upaya memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Yudi saat menyampaikan orasi kebangsaan dalam Peluncuran Yayasan Vardhana Nawasena Network dan talkshow bertema “Memperkuat Nasionalisme Kebangsaan dan Menyiapkan Generasi Pemimpin dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global” di Hotel Grandhika Iskandarsyah, Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Menurut Yudi, nasionalisme pada era saat ini tidak cukup dimaknai sebagai kebanggaan terhadap identitas bangsa, tetapi harus diwujudkan melalui kemampuan menghasilkan karya dan memanfaatkan potensi nasional demi kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi negara yang mandiri di sektor pangan karena dianugerahi sumber daya alam yang melimpah. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dikelola secara optimal sehingga Indonesia masih menghadapi persoalan ketergantungan terhadap impor pangan.

“Kita harus mengubah nasionalisme kita kepada nasionalisme yang lebih positif, nasionalisme yang lebih menanam, nasionalisme yang lebih menumbuhkan,” kata Yudi.

Ia menegaskan bahwa membangun kedaulatan pangan bukan berarti menutup diri dari dunia internasional. Menurutnya, Indonesia tetap harus menjalin hubungan baik dengan negara lain, namun memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

Lebih lanjut, Yudi mengapresiasi berbagai inovasi di sektor pertanian yang memungkinkan lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif, seperti kawasan rawa, dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian melalui dukungan teknologi.

Ia berharap pemanfaatan teknologi tersebut dapat meningkatkan produksi pangan nasional sekaligus membuka peluang terciptanya sumber-sumber kemakmuran baru bagi masyarakat.

Yudi juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab untuk mengelola anugerah sumber daya alam secara bijaksana. Dengan kekayaan alam yang dimiliki, Indonesia dinilai memiliki peluang tidak hanya mencapai swasembada pangan, tetapi juga menjadi salah satu negara yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan global.

“Kita mestinya bukan hanya mampu memberi makan rakyat sendiri, tetapi juga memberi makan dunia,” ujar Yudi.

Ia menambahkan, generasi muda memiliki peran strategis dalam mewujudkan cita-cita tersebut melalui kepemimpinan yang berintegritas, inovatif, serta berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.