Kilang Minyak Aramco Diserang Drone, Pasokan Energi Global Terancam.

DETIKMERDEKA – Fasilitas pengolahan minyak milik Saudi Aramco di Ras Tanura, Arab Saudi, dilaporkan mengalami kebakaran setelah diserang drone yang diduga berasal dari Iran. Insiden ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global di tengah memanasnya konflik Timur Tengah.

Berdasarkan laporan awal, api sempat berkobar di salah satu kompleks kilang utama sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh otoritas setempat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerusakan pada fasilitas dinilai berpotensi mengganggu produksi minyak.

Kilang Ras Tanura merupakan salah satu pusat pengolahan terbesar milik Saudi Aramco dengan kapasitas sekitar 550 ribu barel minyak per hari. Selain itu, terminal ekspornya mampu menangani jutaan barel minyak, menjadikannya simpul vital dalam rantai pasokan energi global.

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Ketegangan memuncak setelah operasi militer gabungan yang dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran.

Sebagai respons, Iran disebut melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke sejumlah target di kawasan Teluk yang dianggap bersekutu dengan Washington, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.

Pengamat menilai insiden ini dapat berdampak langsung pada pasar energi dunia. Gangguan terhadap fasilitas strategis seperti Ras Tanura berpotensi memicu lonjakan harga minyak serta meningkatkan ketidakpastian pasokan global.

Situasi di kawasan Timur Tengah hingga kini masih terus dipantau, mengingat eskalasi konflik berpotensi meluas dan membawa dampak ekonomi yang lebih besar secara internasional.