Xi Jinping dan Lula Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis Tiongkok-Brasil

DETIKMERDEKA – Presiden Tiongkok Xi Jinping menegaskan kesiapan negaranya untuk memperkuat koordinasi strategis dengan Brasil, baik dalam kerja sama bilateral maupun di forum-forum multilateral. Pernyataan tersebut disampaikan Xi saat melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva pada Senin, sebagaimana dilaporkan CGTN.

Menurut CGTN, Xi menilai hubungan Tiongkok dan Brasil dalam beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan yang positif. Pembangunan komunitas Tiongkok-Brasil dengan masa depan bersama serta penyelarasan strategi pembangunan kedua negara dinilai telah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masing-masing sekaligus menghadirkan stabilitas di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

Xi juga menyoroti momentum penting yang tengah dihadapi kedua negara. Tahun ini menjadi peringatan 105 tahun berdirinya Partai Komunis Tiongkok sekaligus menandai dimulainya Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok untuk periode 2026–2030. Di sisi lain, Brasil juga akan memasuki agenda politik domestik yang strategis.

Dalam konteks tersebut, Xi menegaskan Beijing siap meningkatkan koordinasi dengan Brasil agar hubungan kedua negara terus berkembang dan menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi kedua bangsa.

Mengutip CGTN, Xi menyatakan bahwa sebagai dua negara berkembang yang memiliki pengaruh besar di kawasan Global South, Tiongkok dan Brasil perlu memainkan peran yang lebih aktif dalam mendorong reformasi tata kelola global. Menurutnya, kedua negara harus berdiri di pihak yang menjunjung kemajuan peradaban, keadilan, dan kesetaraan internasional.

Xi juga mengajak Brasil untuk memperkuat kerja sama dalam kerangka BRICS. Ia menilai perlu adanya arah kerja sama yang semakin jelas, menjaga soliditas antaranggota, serta menghasilkan lebih banyak capaian konkret guna memperkuat solidaritas dan kemandirian negara-negara berkembang.

Selain itu, Xi menegaskan bahwa Tiongkok menghargai posisi strategis Brasil di panggung internasional. Beijing, katanya, mendukung Brasil dalam menjaga kedaulatan dan kemerdekaannya, menolak campur tangan pihak luar, serta berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas regional maupun global.

Sementara itu, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyampaikan bahwa hubungan kedua negara terus menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, kerja sama Brasil dan Tiongkok di berbagai bidang semakin erat, ditandai dengan nilai perdagangan bilateral yang kembali mencetak rekor tertinggi serta terselenggaranya berbagai kegiatan dalam rangka Tahun Kebudayaan Brasil-Tiongkok.

Seperti diberitakan CGTN, Lula mengatakan Brasil ingin memperluas kerja sama dengan Tiongkok di sektor kecerdasan buatan (AI), energi, dan sumber daya mineral. Ia juga menyambut lebih banyak perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi di Brasil sebagai bagian dari upaya mendiversifikasi kerja sama ekonomi kedua negara.

Lula turut menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia 2026 di Tiongkok. Menurutnya, visi Presiden Xi dalam mendorong kerja sama internasional yang terbuka dan inklusif serta tata kelola global di bidang kecerdasan buatan merupakan kontribusi penting bagi perkembangan teknologi dunia.

Lebih lanjut, Lula menegaskan kesiapan Brasil untuk meningkatkan koordinasi dengan Tiongkok dalam berbagai forum multilateral. Ia menyatakan Brasil akan terus mendukung peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memperkuat kerja sama di BRICS, mempertahankan prinsip multilateralisme, menolak politik kekuasaan, serta mengedepankan dialog dan konsultasi dalam penyelesaian berbagai persoalan internasional.