DETIKMERDEKA – Amerika Serikat dilaporkan mulai menarik kapal induk USS Abraham Lincoln dari perairan yang berada di dekat perbatasan Iran. Meski demikian, Washington tetap memperkuat kehadiran militernya di sejumlah negara Timur Tengah.
Jurnalis TV One di Iran, Idrus Al-Hamid, mengatakan langkah penarikan kapal induk tersebut tidak serta-merta menandakan penurunan tensi di kawasan.
“Kapal Induk Amerika Serikat, Abraham Lincoln, sudah mulai mundur dari kawasan perairan yang dekat dengan perbatasan Iran. Namun, Amerika tetap memperkuat pangkalan militer mereka di negara-negara Timur Tengah lainnya seperti Arab Saudi, Qatar, Emirat, dan Yordania,” ujar Idrus.
Di tengah dinamika militer tersebut, upaya diplomasi antara Washington dan Teheran disebut masih berlangsung. Negosiasi kedua negara saat ini difasilitasi di Qatar.
Menurut Idrus, isu utama dalam perundingan adalah terkait pengayaan uranium Iran yang disebut mencapai sekitar 400 kilogram. Amerika Serikat dikabarkan mengajukan syarat agar cadangan uranium tersebut diserahkan kepada pihaknya.
“Negosiasi antara Amerika dan Iran sedang dilakukan di Qatar. Fokus utama negosiasi adalah terkait pengayaan uranium yang dimiliki Iran sebesar 400 kg. Amerika memberikan syarat agar uranium tersebut diserahkan kepada mereka,” katanya.
Namun demikian, Iran diperkirakan akan menolak permintaan tersebut. Teheran disebut beralasan bahwa uranium yang diperkaya itu diperuntukkan bagi kebutuhan sipil, termasuk pembangkit listrik, pengelolaan sumber daya air, dan sektor pertanian.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Iran terkait perkembangan terbaru hasil perundingan tersebut. Situasi di kawasan Timur Tengah pun masih terus dipantau menyusul dinamika militer dan diplomatik yang berlangsung.






