DETIKMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir merespons hasil survei Median yang menempatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) salah satu program pemerintah yang paling banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menurut Don Muzakir, hasil survei tersebut menunjukkan program prioritas Presiden Prabowo Subianto memberikan dampak besar kepada masyarakat. Meski demikian, pemerintah tetap harus memperhatikan berbagai catatan dan masukan terkait pelaksanaan MBG di lapangan.
“Kami melihat hasil survei ini sebagai masukan yang penting. Di satu sisi, masyarakat mengakui MBG memberikan manfaat. Bahkan, program ini menjadi salah satu alasan tertinggi masyarakat menyatakan puas terhadap pemerintah. Tetapi, di sisi lain, ada juga masyarakat yang meminta pelaksanaannya diperbaiki. Ini harus kita dengarkan,” kata Don Muzakir.
Lembaga survei Median mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai 56,2 persen.
Survei dilakukan pada 21 Juli hingga 2 Agustus 2026. Sebanyak 1.212 responden terlibat dalam survei nasional tersebut dengan margin of error sekitar ±2,76 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil survei menunjukkan MBG menjadi salah satu alasan utama masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah. Sebanyak 11,1 persen responden menyebut manfaat MBG sebagai alasan kepuasan mereka.
Program MBG juga menjadi program pemerintah yang paling disukai responden. Sebanyak 38,4 persen responden memilih MBG, lebih tinggi dibandingkan Sekolah Rakyat yang dipilih 15,7 persen responden.
Don Muzakir mengatakan, tingginya penerimaan masyarakat terhadap MBG harus menjadi dorongan bagi pemerintah untuk terus memperbaiki pelaksanaan program tersebut.
“Kalau ada persoalan di lapangan, yang harus diperbaiki adalah tata kelolanya. Pengawasan harus diperkuat dan setiap pihak yang terlibat harus menjalankan tugas sesuai aturan. Jangan sampai kesalahan dalam pelaksanaan justru menghilangkan manfaat besar dari program ini,” ujarnya.
Menurut Don Muzakir, MBG tidak hanya memberikan manfaat kepada anak-anak dan kelompok penerima manfaat. Program tersebut juga memiliki dampak terhadap sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta usaha kecil karena membutuhkan bahan pangan dalam jumlah besar.
“MBG memiliki dampak yang luas. Anak-anak mendapatkan makanan bergizi, tetapi pada saat yang sama program ini juga membuka peluang bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha kecil untuk menjadi bagian dari penyediaan bahan pangan,” katanya.
Don Muzakir menilai kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar untuk mendukung MBG harus menjadi peluang bagi produksi pangan dalam negeri. Petani, peternak, dan nelayan lokal, menurut dia, perlu mendapatkan kesempatan lebih besar untuk masuk dalam rantai pasok program tersebut.
“Kalau bahan pangan untuk MBG semakin banyak dipenuhi dari hasil petani, peternak, dan nelayan kita sendiri, manfaat ekonominya akan semakin luas. Program ini bukan hanya berbicara soal memberikan makanan, tetapi juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Don Muzakir.
Median juga mencatat adanya perbedaan pendapat masyarakat mengenai keberlanjutan MBG. Sebanyak 36,1 persen responden menginginkan program tersebut tetap dilanjutkan. Sementara 34,2 persen responden meminta MBG dihentikan sementara untuk diperbaiki.
Don Muzakir menilai perbedaan pendapat tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. Kritik terhadap pelaksanaan program, menurut dia, perlu dijadikan masukan untuk memperbaiki sistem.
“Kritik dan masukan harus menjadi bagian dari evaluasi. Kalau ada yang kurang, perbaiki. Kalau ada yang tidak sesuai aturan, tindak. Tetapi kita juga harus melihat bahwa banyak masyarakat yang sudah merasakan manfaatnya,” kata Don Muzakir.
Ia menegaskan keselamatan penerima manfaat, kualitas makanan, kebersihan, dan pengawasan harus menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan MBG. Setiap pihak yang terlibat dalam program tersebut harus menjalankan standar operasional secara disiplin.
“Program sebesar MBG tentu membutuhkan pengawasan yang kuat. Jangan ada kompromi terhadap pelanggaran yang bisa membahayakan penerima manfaat. Standar harus dijalankan dengan disiplin,” ujarnya.
Don Muzakir berharap pemerintah terus melakukan evaluasi dan memperbaiki berbagai persoalan yang muncul di lapangan. Namun, perbaikan tersebut harus dilakukan tanpa menghilangkan tujuan utama MBG untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat.
“Presiden Prabowo sudah menunjukkan keberpihakan melalui program-program yang langsung menyentuh rakyat. Tugas kita bersama adalah mengawal agar MBG semakin baik, tepat sasaran, aman, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Don Muzakir.
Selain itu Don Muzakir juga mengapresiasi langkah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam melakukan pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, berbagai langkah perbaikan yang dilakukan menunjukkan pemerintah tidak menutup mata terhadap persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG.
“Kami melihat kerja Kepala BGN, Sudaryono, semakin bagus. Langkah-langkah yang dilakukan untuk memperbaiki tata kelola dapur MBG perlu kita dukung bersama. Program sebesar ini memang harus terus dievaluasi dan diperbaiki agar pelaksanaannya semakin baik,” kata Don Muzakir.
Menurut Don Muzakir, pembenahan tata kelola dapur menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan bagi para penerima manfaat. Pengawasan terhadap pelaksanaan standar operasional juga harus dilakukan secara konsisten.
“Yang terpenting adalah setiap persoalan yang ditemukan harus segera diperbaiki. Jangan dibiarkan berulang. Kami mendukung langkah BGN untuk memperkuat pengawasan dan memastikan dapur MBG bekerja sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Don Muzakir menilai perbaikan tata kelola tidak berarti program MBG gagal. Justru, menurut dia, evaluasi dan pembenahan menunjukkan adanya upaya untuk memastikan program berjalan lebih baik dan manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat.
“Kita harus melihat perbaikan ini sebagai proses. Programnya besar, penerima manfaatnya juga sangat banyak. Karena itu, tata kelolanya harus terus diperkuat. Kami mendukung langkah Pak Sudaryono dan jajaran BGN untuk membenahi pelaksanaan MBG,” kata Don Muzakir.
[]






