Petani Mulai Rasakan Dampak Program Prabowo, Pupuk Mudah dan Harga Gabah Terjaga

DETIKMERDEKA – Berbagai program pemerintah di sektor pertanian mulai dirasakan petani di sejumlah daerah. Perbaikan tata kelola pupuk, perlindungan harga gabah, hingga bantuan sarana produksi dinilai memberi kepastian bagi petani saat memasuki musim tanam dan panen.

Sejumlah petani mengaku lebih tenang karena harga hasil panen lebih terjaga. Distribusi pupuk juga dinilai semakin mudah diakses. Kondisi itu mendorong petani kembali meningkatkan luas tanam dan memperbaiki produktivitas lahan.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir mengatakan berbagai kebijakan pemerintah mulai memberikan dampak di lapangan. Menurut dia, petani membutuhkan kepastian harga, ketersediaan pupuk, serta dukungan sarana produksi agar dapat meningkatkan hasil panen.

“Petani membutuhkan kepastian untuk bekerja. Ketika pupuk lebih mudah didapat, harga gabah lebih baik, serta bantuan benih dan alat pertanian terus berjalan, semangat petani ikut meningkat. Program pemerintah ini harus terus dikawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan sampai ke desa-desa,” kata Don Muzakir.

Don Muzakir mengatakan pembangunan irigasi, bantuan benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta kebijakan perlindungan harga gabah menjadi faktor yang membantu menekan biaya produksi. Menurutnya, berbagai program tersebut juga memberi kepastian usaha bagi petani.

Aktivitas kelompok tani di berbagai daerah mulai meningkat. Petani kembali aktif berdiskusi mengenai pola tanam, pemanfaatan teknologi pertanian, hingga akses terhadap berbagai program pemerintah. Sejumlah petani muda juga mulai tertarik kembali mengembangkan usaha di sektor pertanian.

Sementara itu Tgk Azhari, petani asal Bayu, Kabupaten Aceh Utara, mengaku mulai merasakan perubahan dalam beberapa waktu terakhir. Menurut dia, akses pupuk menjadi lebih mudah, sementara harga gabah yang ditetapkan pemerintah memberikan kepastian bagi petani saat panen.

“Sejak Presiden Prabowo, pupuk lebih mudah kami dapatkan dengan harga murah. Harga beli gabah oleh pemerintah juga sangat berpihak kepada petani, Rp6.500 per kilogram. Kami jadi lebih semangat turun ke sawah karena hasil panen memiliki kepastian harga,” ujar Tgk Azhari.

Ia berharap berbagai program yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan. Menurutnya, petani membutuhkan kebijakan yang konsisten agar biaya produksi tetap terkendali dan hasil panen memberikan keuntungan yang layak.

Berbagai kebijakan di sektor pertanian diharapkan terus memperkuat produksi pangan nasional. Dukungan terhadap petani dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.[]