Dukung Program Presiden Prabowo, APPSI Gandeng Bulog Jual Beras SPHP Rp 62.500

DETIKMERDEKA – Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) membuka Warung Sembako APPSI DKI Jakarta di Pasar Duta Mas, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Selasa, 7 Juli 2026.

Warung sembako itu berada di kawasan Pasar Duta Mas, Jalan Komplek Perumahan Duta Mas, RT 02/RW 09, Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Ketua Harian DPP APPSI Don Muzakir meresmikan warung tersebut. Warung Sembako APPSI menjual beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sesuai harga eceran tertinggi, yakni Rp 62.500 per kemasan. Warung tersebut juga menjual minyak goreng Minyakita seharga Rp 15.700.

Program ini dijalankan melalui kerja sama APPSI dengan Perum Bulog dan Perumda Pasar Jaya. Kehadiran warung sembako diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah.

Don Muzakir mengatakan pasar tradisional memiliki peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat. Pedagang pasar tidak hanya menjual kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi penghubung antara hasil produksi petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil dengan konsumen di kota.

“Warung sembako APPSI ini dibuka agar masyarakat bisa mendapatkan beras SPHP dan Minyakita dengan harga sesuai ketentuan. Pedagang pasar juga harus mendapat ruang untuk terlibat dalam distribusi pangan, karena pasar tradisional merupakan tempat masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Don Muzakir.

Ia mengatakan program pangan murah perlu dijalankan dengan pengawasan yang baik. Distribusi beras dan minyak goreng harus sampai ke pasar tradisional agar warga tidak kesulitan mencari kebutuhan pokok saat harga pangan naik.

“Pasar tradisional harus menjadi bagian dari kebijakan pangan pemerintah. Jika distribusi berjalan lancar, harga lebih mudah dikendalikan dan masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” ujar Don Muzakir.

Don Muzakir menilai kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ekonomi kerakyatan sebagai salah satu arah pembangunan perlu didukung dengan penguatan pasar tradisional. Menurut dia, pedagang kecil perlu mendapat akses terhadap barang, modal usaha, dan ruang usaha yang layak.

Ia menyebutkan pasar tradisional juga perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Digitalisasi transaksi dapat membantu pedagang mencatat penjualan, mempercepat pembayaran, dan memudahkan pembeli berbelanja.

Pemerintah juga mendorong perbaikan fasilitas pasar agar lebih bersih, tertata, dan nyaman. Perbaikan pasar dinilai penting agar pedagang pasar dapat bersaing dengan ritel modern tanpa kehilangan karakter pasar rakyat.

Sementara itu Ketua APPSI Jakarta Barat Suparno mengatakan Warung Sembako APPSI akan melayani warga dan pedagang di sekitar Pasar Duta Mas. Ia berharap program tersebut dapat membantu menjaga ketersediaan beras dan minyak goreng di pasar.

“Pedagang dan masyarakat membutuhkan kepastian barang tersedia serta harga yang jelas. Warung sembako ini menjadi salah satu cara agar beras SPHP dan Minyakita bisa lebih mudah didapatkan di pasar,” kata Suparno.

Suparno mengatakan APPSI Jakarta Barat akan berkoordinasi dengan Bulog, Pasar Jaya, dan pengelola pasar untuk menjaga pasokan. Pengurus juga akan memantau harga serta distribusi barang agar penjualan berjalan sesuai aturan.

Warung Sembako APPSI ini salah satu jalur penyaluran pangan bersubsidi di Pasar Duta Mas. APPSI berharap program serupa dapat diperluas ke pasar lain di Jakarta agar kebutuhan pokok lebih mudah dijangkau masyarakat.[]