Panen Raya 119 Hektare di Demak, Produktivitas Padi Capai 6,7 Ton per Hektare

DETIKMERDEKA – Petani di Desa Jatirejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, menggelar panen raya padi di lahan seluas 119 hektare, pada Senin, 8 Juni 2026. Hasil panen tahun ini menunjukkan capaian yang menggembirakan dengan produktivitas rata-rata mencapai 6,7 ton per hektare.

Panen raya tersebut dihadiri Bupati Demak Eisti’anah, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, unsur Forkopimda, TNI, Polri, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta pengurus Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Demak.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Agus Herawan, Kepala Desa Jatirejo M. Abdullah, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI Widiastuti, serta Direktur PT Food Station Cipinang Jaya Eliandi Sumadi Basuki juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Panen raya berlangsung di tengah musim panen yang masih berjalan di sejumlah wilayah Kabupaten Demak. Daerah ini selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi penting di Jawa Tengah.

Bupati Demak Eisti’anah mengatakan hasil panen tahun ini cukup baik. Produksi yang meningkat juga didukung harga gabah yang relatif menguntungkan bagi petani.

“Alhamdulillah hasilnya bagus, harganya pun juga bagus. Rata-rata satu hektare mencapai 6,7 ton,” ujarnya saat menghadiri kegiatan panen raya di Desa Jatirejo.

Menurut Eisti’anah, beberapa kecamatan di Demak telah menyelesaikan masa panen. Sementara sejumlah wilayah lainnya masih dalam proses panen secara bertahap.

Data Pemerintah Kabupaten Demak mencatat luas panen padi hingga Juni 2026 mencapai sekitar 53.602 hektare. Meski demikian, luas tanam pada musim tanam ketiga diperkirakan tidak sebesar musim sebelumnya.

Harga gabah kering panen (GKP) saat ini berada pada kisaran Rp8.000 hingga Rp8.200 per kilogram. Kondisi tersebut dinilai cukup membantu menjaga pendapatan petani meski masih ada gangguan hama di beberapa wilayah.

Eisti’anah juga mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah pusat yang dinilai memberikan dampak positif terhadap sektor pertanian.

“Kami melihat perhatian pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, sangat besar kepada petani. Kebijakan penyerapan hasil panen membuat harga gabah lebih baik sehingga petani ikut merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Menurut dia, persoalan pupuk yang selama ini sering menjadi keluhan petani mulai menunjukkan perbaikan. Pemerintah daerah bersama penyuluh pertanian terus melakukan pendampingan agar kebutuhan petani dapat terpenuhi.

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir menilai capaian produktivitas padi di Desa Jatirejo menunjukkan bahwa sektor pertanian masih memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

“Panen raya ini membuktikan bahwa petani mampu menghasilkan produksi yang baik ketika didukung sarana produksi, irigasi yang memadai, dan harga gabah yang menguntungkan. Petani harus terus diperkuat karena mereka menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional,” kata Don Muzakir.

Menurut Don Muzakir, keberhasilan petani tidak hanya diukur dari tingginya produksi, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan mereka.

“Kami mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Program yang berpihak kepada petani harus terus dijaga agar produksi meningkat dan pendapatan petani semakin baik,” ujarnya.

Don Muzakir juga mengajak seluruh pengurus Tani Merdeka Indonesia untuk terus mendampingi petani di daerah masing-masing, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan seperti perubahan iklim, serangan hama, dan kebutuhan sarana produksi.

“Petani tidak boleh berjalan sendiri. Tani Merdeka Indonesia akan terus hadir bersama petani, membantu pendampingan di lapangan, serta mendukung program pemerintah yang berkaitan dengan pertanian dan ketahanan pangan,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI Widiastuti mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung target swasembada beras.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyederhanakan tata kelola distribusi pupuk bersubsidi. Mekanisme penyaluran yang sebelumnya cukup panjang kini dipangkas agar pupuk lebih cepat diterima petani.

“Pupuk saat ini lebih mudah diakses petani melalui gapoktan, kios, dan koperasi. Ini menjadi salah satu bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada sektor pertanian,” ujarnya.

Pemerintah juga terus memperkuat perlindungan lahan pertanian produktif agar tidak beralih fungsi. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai regulasi dan penguatan pengawasan di daerah.

Selain itu, pengembangan infrastruktur irigasi dan program pompanisasi terus dilakukan untuk menjaga produktivitas pertanian, terutama saat menghadapi musim kemarau.

“Kami terus memetakan titik-titik rawan yang berpotensi mengganggu produksi pertanian. Kabupaten Demak menjadi salah satu daerah yang akan terus kami pantau agar produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Widiastuti.[]