Hari Buruh 1 Mei, APPSI : Pemerintah Sebagai Regulator Harus Memikirkan Kesejahteraan Rakyat Indonesia
DETIKMERDEKA.COM- Hari Buruh Internasional diperingati setiap tahunnya pada 1 Mei. Momentum ini penting dan bermakna dalam mengenang perjuangan buruh.
Sejarah mencatat, perlawanan besar kaum buruh terjadi di Amerika Serikat pada 1 Mei 1886, Peringatan hari buruh Internasional juga menjadi momen bagi warga atau buruh di Indonesia
” Sementara masyarakat untuk mendapatkan hak pengelolaan itu agak susah, ini kan juga masih disatu sisi bahwa kekhawatiran masyarakat itu ada, kami sadari dan itu demi kebaikan rakyat,” ungkap Mujiburohman Sekjend DPP APPSI, Senin (1/5/23) saat berbicara tentang peringatan hari buruh
Menurutnya pemerintah harus berkomitmen bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bukan hanya milik pemodal jika keadilan hanya bagi pemilik modal, kan! itu yang menjadi masalah
” Misal saja untuk import beras, kedelai, daging, dan garam itu sendiri, nah! itu menjadi salah satu yang sangat membuat kita harus berfikir keras. Kenapa kita itu harus mengimport dari luar untuk negeri kita sendiri padahal negeri kita juga kaya hanya tinggal memperkaya atau mensejahterakan dari hulunya itu tadi” kata Mas Mujib akrab di sapa awak media
Masih kata Mas Mujib, kan! misalnya taruhlah untuk daging, seperti kita ketahui bahwa populasi sapi kita, yang surplus kalau tidak salah ayam, untuk sapi itu kita kekurangan karena sapi tidak ada industri atau belum ada industri sehingga kita masih bergantung pada sapi atau daging import .
” Nah, yang ada terkait dengan peternakan itu kan milik petani yang biasa biasa saja kemudian dia (petani) satu dua yang disebut investasi atau tanaman itu sehingga apa? Sehingga agak susah dikendalikan harusnya pemerintah punya berdikari, maka itu sebagai perusahaan yang memang khusus memproduksi sapi dan atau memproduksi daging sehingga import bisa jadi berkurang atau pun mungkin butuh waktu atau mengurangi import yang sangat signifikan
” Memang membutuhkan waktu yang sedikit agak panjang gitu, nah, terus misalnya beras ini kan punya masalah juga bahwa setiap tahun itu kan lahan untuk pertanian juga berkurang,” imbuh Mas Mujib
” Solusinya adalah memang kalau tidak ingin import ya, mesti ada tanah yang produktivitas pertanian padinya bagus dan itu tidak boleh dijadikan lahan perumahan misalnya gitu, itu juga bisa jadi bagian dari solusi,” tegas Mas Mujib
Dia juga menyebutkan jika tidak difikirkan dari sisi penggunaan lahannya kemudian akan menjadi masalah dikemudian hari dan akhirnya Indonesia akan terus bergantung kepada pangan import
Saat disinggung harapan APPSI di hari buruh internasional juga harapan bagi para buruh se Indonesia
Mas Mujib berharap pemerintah Republik Indonesia benar benar berperan sebagai regulator untuk memikirkan kesejahteraan rakyat Indonesia
” Ya diantaranya rakyat itu ada petani, pedagang, buruh dan lain sebagainya sehingga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu tercapai jadi hendaknya jangan hanya menjadi jargon dan memang mesti secara terus terang kehadiran pemerintah itu tadi untuk mengatur pola tanam, pola pupuk , mengatur kepastian daya pembelian pangan dan lain sebagainnya,” ujar Mas Mujib
” Kami butuh kehadiran pemerintah karena terus terang petani petani itu tidak punya kemampuan untuk bikin pupuk sendiri jadi modalnya itu kadang ngutang dan lain sebagainya, dan hal yang mesti diperhatikan pula adalah nasib para pedagang, dan sahabat buruh bahwa mereka pun berharap ekonominya meningkat maka kesejahteraannya juga akan ikut meningkat,” pungkas Mas Mujib






