Pedagang Pasar Inpres Kota Balikpapan Minta Biaya Retribusi Diturunkan 50%

banner 468x60

Pedagang Pasar Inpres Kota Balikpapan Minta Biaya Retribusi Diturunkan 50%

DETIKMERDEKA.COM- Pedagang Pasar Inpres BalikPapan meminta agar besaran retribusi yang dikenakan oleh Pemerintah Kota Balikpapan diturunkan. Hal itu lantaran besaran retribusi yang dikenakan sebesar Rp 235 ribu cukup memberatkan para pedagang

banner 336x280

Pedagang mengusulkan agar besaran retribusi pasar yang dikenakan dapat diturunkan sebesar 50 persen.

Abidin, salah seorang pedagang permata di Pasar Inpres, Sabtu (21/1/23) kepada awak media menyampaikan bahwa omzet penjualan terus menurun selama beberapa tahun belakang. Kondisi ini diperparah pada masa Covid-19 tahun lalu bahkan hingga kini sebetulnya virus covid-19 masih ada namun landai tidak separah sebelumnya

“Jauh turunnya, jauh sekali, karena sudah dirasakan sekitar tujuh tahunan lah oleh seluruh pedagang, yang parahnya di tambah tiga tahun lamanya selama masa pandemi Covid-19i” katanya

Dulu, kata Abidin, siklusnya itu banyak pengunjung yang datang membeli batu permata, sekarang tidak seperti itu lagi.

“Kalau dulu laris semua biar kerajinan batu, dulu aja tas-tas manik pasti di bawa orang lewat pesawat. Sekarang siapa lagi, karena pesawat sudah mahal, bagasi mahal aduh tambahnya lagi,” cetusnya.

“Kita kalau penjual dulu minimal paling rendah dari target 60 persen, ini nggak ada lagi persen-persenan kalau dapat ya dapat kalau nggak ya nggak, yang penting bertahan sudah,” imbuhnya

Dikatakannya, untuk peminat batu permata itu masih ada batu mulia, seperti blue safir, kecubung, dan merah ruby, tapi harga tidak bisa mahal kayak dulu lagi sampai jutaan. Untuk sekarang, sesuai bujet orang.

“Artinya sudah turun, pembeli sudah daya belinya tidak bisa lagi yang mahal hanya standar bawah aja, itu pun sudah susah juga,” beber Abidin

Oleh karena itu, ia mengharapkan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan turut menurunkan retribusi pasar, yang dinilai Rp235 ribu dan cukup memberatkan di saat ini.

Hal sama dirasakan Ahmad pedagang lainnya, menurut Ahmad biaya restribusi yang dipungut sangat memberatkan beban pedagang. “Itu belum beban sewa ruko. Kalau bagian yang di dalam mungkin Rp150 ribu. Tapi retribusi ini kita berharap ada kebijakan pemerintah minimal 50 persen kah,” tutur Ahmad 

Begitu pula penjual batu permata lainnya, Syamsul Bahri mengaku hal serupa. Menurutnya pembeli yang berkunjung di Pasar Inpres Kebun Sayur ini lebih banyak dari luar daerah sebagai sovenir.

“Kalau berharap ke penduduk lokal susah mas, saya aja kalau ada pembeli misalnya dari Malaysia, saya tukarkan nomor sapa tau ada rekannya yang beli jadi tinggal kontak ke saya. Kalau dari pengunjung mungkin hanya lewat, jarang-jarang ada yang mau beli baru akik,” tutup Syamsul Bahri

Berita ini telah ditayangkan pedagangpasar.id dengan judul Dirasa Memberatkan, Pedagang Pasar Inpres Kota Balikpapan Minta Biaya Retribusi Diturunkan 50%.

banner 336x280