Prabowo Bongkar Praktik Mark-Up Pengadaan Pemerintah, Klaim Hemat Rp300 Triliun

DETIKMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus melakukan pembenahan tata kelola belanja negara dengan menghentikan praktik penggelembungan harga (mark-up) dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Langkah tersebut disebut menjadi bagian dari upaya besar meningkatkan efisiensi anggaran sekaligus memastikan uang negara dimanfaatkan untuk program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center, Kamis (23/7/2026). Dalam pidatonya, Presiden mengatakan praktik penggelembungan harga dalam belanja pemerintah selama ini bukan lagi menjadi persoalan yang asing di tengah masyarakat.

“Saya mau tutup ini akal-akalan dari banyak pihak. Ya, kita harus introspeksi. Kita sudah tahu, Ibu-Ibu, Bapak-Bapak, walaupun di daerah, Bapak-Bapak, Ibu-Ibu semua sudah tahu apa yang terjadi, iya kan? Benar kan? Setiap pembelian dari lembaga pemerintah selama ini pasti harganya digelembungkan, benar?” kata Prabowo.

Menurut Presiden, praktik tersebut telah menyebabkan pemborosan anggaran dalam jumlah besar selama bertahun-tahun. Karena itu, pemerintah kini berupaya memperbaiki sistem pengadaan agar penggunaan anggaran negara menjadi lebih transparan, efisien, dan tepat sasaran.

Prabowo mengungkapkan bahwa langkah efisiensi yang dilakukan sejak awal masa pemerintahannya mulai menunjukkan hasil. Salah satu sumber penghematan berasal dari penghentian praktik penggelembungan harga dalam berbagai pengadaan pemerintah.

“Ibu-Ibu tahu, apa saja, kadang-kadang digelembungkannya gila-gilaan. Ini sedang kita hentikan. Ini yang kita hemat dari beberapa bulan pertama pemerintah yang saya pimpin, kita bisa menghemat lebih dari Rp300 triliun,” katanya.

Presiden menjelaskan dana hasil efisiensi tersebut tidak dibiarkan mengendap, melainkan langsung dialihkan untuk membiayai berbagai program prioritas nasional. Pemerintah, kata dia, memanfaatkan anggaran tersebut untuk memperluas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mempercepat pembangunan infrastruktur, serta meningkatkan kualitas sarana pendidikan.

Salah satu program yang menjadi perhatian pemerintah adalah rehabilitasi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan. Prabowo menyebut perbaikan fasilitas pendidikan akan terus dipercepat agar proses belajar mengajar berlangsung lebih layak.

“Sekolah-sekolah roboh, roboh! Sampai akhir tahun kita sudah akan memperbaiki 67.000 lebih sekolah. Tahun 2027 saya instruksikan harus lebih, 100.000 sekolah-yang sekian belas tahun tidak disentuh, Saudara-saudara,” tuturnya.

Selain renovasi sekolah, pemerintah juga mengalokasikan hasil efisiensi anggaran untuk pembangunan sekitar 5.000 jembatan yang ditargetkan selesai pada akhir 2026. Menurut Presiden, kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah agar setiap rupiah uang negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Prabowo menegaskan reformasi tata kelola anggaran akan terus dilanjutkan sebagai upaya membangun pemerintahan yang lebih efektif, sekaligus memastikan belanja negara difokuskan pada sektor-sektor yang mampu mendorong kesejahteraan rakyat dan mempercepat pembangunan nasional.