Presiden Prabowo: Indonesia Bangkit dengan Kekuatan Sendiri, Tak Mau Jadi Bangsa yang Santai

DETIKMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak ingin menjadi bangsa yang berjalan lambat dalam mengejar kemajuan. Pemerintah, kata dia, bertekad membangun negara dengan mengandalkan kekuatan sendiri agar kesejahteraan rakyat dapat meningkat secepat mungkin.

Pernyataan itu disampaikan Presiden saat memimpin panen raya bersama TNI yang digelar serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan dipusatkan di Pangkalan TNI AU (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026.

Panen raya tersebut bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini melibatkan TNI bersama pemerintah dalam mendukung peningkatan produksi komoditas pertanian di berbagai daerah.

“Kita tidak mau menjadi bangsa yang santai. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri,” kata Presiden Prabowo dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Presiden mengatakan pemerintah memahami masih banyak persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut tidak seharusnya terjadi di negara yang memiliki sumber daya alam melimpah seperti Indonesia.

Karena itu, pemerintah berupaya mempercepat berbagai program pembangunan agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya membawa Indonesia menjadi negara yang lebih maju dan mandiri.

Presiden menegaskan Indonesia tetap ingin menjalin hubungan baik dengan semua negara. Meski demikian, Indonesia juga harus mampu berdiri di atas kekuatan sendiri dengan menjaga persatuan dan mengelola kekayaan nasional untuk kepentingan rakyat.

Prabowo menilai seluruh unsur bangsa harus memiliki tujuan yang sama dalam membangun negara. Kekompakan menjadi syarat penting agar berbagai program pemerintah dapat berjalan sesuai sasaran.

Presiden juga menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada pejabat yang menyalahgunakan kepercayaan rakyat. Menurutnya, aparatur negara yang dibiayai oleh rakyat harus bekerja sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.

“kita sadar sekarang bahwa kita harus kompak, kita harus bersatu, semua unsur. Terutama mereka yang dipilih rakyat, terutama mereka yang digaji oleh rakyat, terutama mereka dalam pemerintahan, dalam birokrasi, dalam BUMN-BUMN,” ucap Presiden Prabowo.

“Kita tidak mau toleransi kepada mereka yang dipercaya oleh rakyat, yang digaji oleh rakyat, tapi melaksanakan kebijakan-kebijakan yang merugikan rakyat,” imbuhnya.

Presiden menegaskan praktik korupsi dan kebijakan yang merugikan masyarakat tidak boleh mendapat ruang. Pemerintah, kata dia, akan terus mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih bersih dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Pada kesempatan yang sama, Presiden menyampaikan apresiasi kepada para menteri, pimpinan lembaga, TNI, dan Polri yang terus bekerja mengejar target-target pemerintah. Menurutnya, beban pekerjaan yang tinggi membuat sejumlah pejabat bahkan harus menjalani perawatan karena kelelahan.

Presiden menilai kondisi tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas nasional.

Presiden Prabowo juga mengatakan panen raya terintegrasi di 43 lokasi menjadi bukti bahwa ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian. Program tersebut telah berkembang menjadi gerakan nasional yang melibatkan banyak pihak.

Kolaborasi antarlembaga dinilai penting untuk memperkuat produksi pangan sekaligus menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

“Saya sangat menghargai semangat persatuan, kolaborasi, dan gotong royong dari seluruh komponen bangsa,” kata Prabowo.

Presiden turut menyinggung panen raya jagung bersama Polri yang digelar pada 16 Mei 2026. Sementara panen raya kali ini melibatkan komoditas tebu, kedelai, dan padi yang didampingi oleh masing-masing matra TNI.

Menurut Presiden, keterlibatan TNI dan Polri dalam sektor pangan menunjukkan kedua institusi tidak hanya menjalankan tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga hadir membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan.

“TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat, di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri. Selama ada rakyat yang hidupnya susah, itu adalah kewajiban semua komponen untuk bersatu, bahu-membahu, membuat langkah-langkah yang besar, langkah-langkah yang nyata untuk mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat itu,” tegasnya.[]