DETIKMERDEKA – Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke wilayah Iran untuk malam ketiga berturut-turut pada Senin. Dilansir dari CGTN, operasi tersebut berlangsung setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington akan kembali memberlakukan blokade terhadap pelayaran Iran di kawasan Teluk dan memastikan Selat Hormuz tetap terbuka bagi lalu lintas maritim internasional, meski harus dibayar dengan konsekuensi tertentu.
Menurut laporan CGTN, rentetan serangan militer AS memicu sejumlah ledakan di wilayah selatan Iran pada Senin malam. Ledakan dilaporkan terdengar di tiga kota pelabuhan, yakni Sirik, Bandar Abbas, dan Jask di Provinsi Hormozgan. Informasi tersebut juga diberitakan oleh media pemerintah Iran, Press TV.
Sebagai balasan, CGTN melaporkan bahwa angkatan bersenjata Iran mengumumkan telah meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Serangan itu disebut menyasar fasilitas militer AS yang berada di Yordania, Bahrain, Kuwait, dan Oman pada Senin pagi.
Selain menyerang pangkalan militer, dilansir dari CGTN, Iran juga melancarkan serangan di Selat Hormuz dengan menghantam dua kapal tanker minyak milik Uni Emirat Arab, yakni Mombasa dan Al Bahiyah, saat keduanya melintasi jalur selatan selat di perairan teritorial Oman. Berdasarkan keterangan Kementerian Pertahanan UEA, insiden tersebut menewaskan satu awak kapal dan menyebabkan delapan orang lainnya mengalami luka-luka.
CGTN juga melaporkan bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah kedua negara terus saling melancarkan serangan. Trump diketahui telah mengirimkan pemberitahuan resmi kepada Kongres bahwa permusuhan terhadap Iran kembali dimulai pada 7 Juli. Surat tersebut dipandang oleh pemerintahannya sebagai dasar yang membuka jendela waktu baru selama 60 hari untuk menggunakan kekuatan militer di kawasan tanpa persetujuan Kongres.
Dalam surat tertanggal 10 Juli yang dikutip CGTN, Trump menegaskan alasan di balik keputusan tersebut.
“Saya mengarahkan tindakan militer ini sesuai dengan tanggung jawab saya untuk melindungi warga Amerika dan kepentingan keamanan nasional serta kebijakan luar negeri Amerika Serikat,” kata Trump dalam surat tersebut.
Sementara itu, menurut laporan CGTN, eskalasi konflik masih berlanjut hingga Selasa. Sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat, termasuk yang berada di Yordania dan Bahrain, kembali menjadi sasaran serangan rudal, menandakan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih terus memburuk.





