DETIKMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia akan tetap menjadi negara demokrasi. Menurut dia, demokrasi masih menjadi sistem terbaik untuk memastikan kehendak rakyat tetap menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam wawancara yang dimuat oleh The Economist dan dikutip melalui keterangan Badan Komunikasi Pemerintah, pada Jumat, 12 Juni 2026.
“Izinkan saya menyatakan dengan jelas, Indonesia adalah negara demokrasi, dan akan tetap menjadi demokrasi. Saya dipilih oleh lebih dari 90 juta rakyat Indonesia dalam pemilu yang bebas dan adil,” kata Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo mengatakan demokrasi memang bukan sistem yang sempurna. Namun, hingga saat ini demokrasi tetap menjadi mekanisme terbaik untuk menjaga legitimasi pemerintahan dan memastikan suara rakyat terwakili.
“Saya percaya pada demokrasi. Saya memahami bahwa legitimasi demokratis diperoleh melalui kesabaran, kepercayaan rakyat, dan penghormatan terhadap kehendak rakyat,” katanya.
Presiden Prabowo juga menegaskan pemerintahannya tidak menutup diri terhadap kritik. Ia mengaku terbiasa mencermati berbagai masukan yang disampaikan masyarakat, akademisi, media, maupun kelompok-kelompok lainnya.
Menurut dia, kritik menjadi bagian penting dalam proses pembangunan dan perbaikan kebijakan pemerintah.
“Saya menyambut kritik. Saya selalu membiasakan diri untuk menelaah dengan saksama setiap kritik yang ditujukan kepada pemerintah yang saya pimpin dan menimbangnya berdasarkan fakta, serta realitas yang dihadapi rakyat biasa,” kata Presiden Prabowo.
Kepala Negara menilai penerapan demokrasi di setiap negara memiliki karakter yang berbeda. Indonesia, kata dia, memiliki budaya politik yang menempatkan kerja sama dan musyawarah sebagai nilai penting dalam kehidupan berbangsa.
Presiden Prabowo menyebutkan masyarakat Indonesia lebih mengutamakan kebersamaan dibandingkan konflik politik yang berkepanjangan. Karena itu, demokrasi yang dijalankan harus mampu menjaga stabilitas sekaligus mendorong kemajuan.
“Kami percaya demokrasi harus menghasilkan stabilitas, dan kemajuan, bukan kelumpuhan,” ucapnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah berbagai perdebatan publik mengenai arah demokrasi dan tata kelola pemerintahan di Indonesia. Prabowo menegaskan ukuran keberhasilan pemerintah tidak terletak pada narasi atau perdebatan politik semata, melainkan pada hasil yang dirasakan masyarakat.
Ia mengatakan pemerintah akan menjawab berbagai kritik melalui kinerja dan capaian yang dapat diukur secara nyata.
“Sebagai pemerintah, kami akan menjawab kritik bukan dengan retorika, melainkan dengan hasil nyata yang dapat diukur oleh siapa pun, di mana pun,” lanjutnya.
Presiden Prabowo menegaskan pemerintah akan terus fokus menjalankan program-program pembangunan, memperkuat perekonomian nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga stabilitas negara dalam koridor demokrasi yang sesuai dengan konstitusi.[]






