Harapan Baru Korban Bencana, Huntara Modular Aceh Segera Difungsikan

DETIKMERDEKA – Pemerintah menargetkan pembangunan hunian sementara modular (huntara modular) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, rampung pada awal Ramadan 2026.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan progres pembangunan masih berjalan sesuai rencana sehingga huntara dapat segera dihuni masyarakat yang selama ini masih berada di pengungsian.

“Progresnya masih sesuai schedule. Insya Allah minggu pertama Ramadan ini bisa selesai,” kata Dody, Rabu (11/2).

Huntara modular tersebut dibangun di atas lahan seluas 30.000 meter persegi atau sekitar tiga hektare. Total luas bangunan mencapai 4.855 meter persegi yang terbagi dalam 19 blok hunian.

Setiap blok disusun menggunakan sistem konstruksi modular baja prefabrikasi. Secara keseluruhan terdapat 228 modul hunian yang disiapkan untuk menampung 228 kepala keluarga terdampak bencana.

Pemerintah memilih metode konstruksi modular untuk mempercepat proses pembangunan tanpa mengurangi kualitas bangunan. Sistem ini memungkinkan unit dirakit lebih cepat di lokasi sehingga target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu.

Bagi warga, keberadaan huntara menjadi harapan baru setelah berbulan-bulan hidup dalam keterbatasan di pengungsian, terlebih menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Fasilitas Pendukung

Selain unit tempat tinggal, kawasan huntara modular juga dilengkapi fasilitas penunjang. Area nonhunian seluas 2.210 meter persegi disiapkan untuk sanitasi, selasar, serta ruang aktivitas bersama.

Tersedia 114 unit shower dan 114 unit kloset, termasuk empat unit fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas. Kawasan ini juga dilengkapi hunian ramah difabel, toilet difabel, area multifungsi, area parkir, serta mushola.

Sistem utilitas kawasan disiapkan secara terpadu. Kebutuhan air bersih dipasok dari sumur bor sedalam sekitar 52 meter yang dibangun Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Aceh.

Sementara itu, pengolahan air limbah menggunakan biotank dan pasokan listrik disediakan oleh PLN.

Dengan dukungan fasilitas tersebut, huntara modular diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi juga ruang hidup yang layak hingga hunian tetap bagi warga terdampak tersedia.

Pemerintah menargetkan masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih nyaman serta menyambut Idulfitri di lingkungan hunian yang aman dan bermartabat.