DETIKMERDEKA.COM- Papera Jakarta Raya mendengar curhatan pedagang pasar tradisional Lebak Bulus yang berjualan di awal tahun 2023 ini. Dan akhir-akhir ini kondisi pasar itu sepi pembeli, sehingga pedagang pun mengeluh sekaligus meminta kepada Papera DKI Jaya menanggapi dan memberikan solusinya
Pasalnya, awal tahun ini pedagang pasar Lebak Bulus berharap ada peningkatan jumlah pembeli namun ternyata hal itu belum terjadi.
Salah satu pedagang sayur mayur, Eko (bukan nama sebenarnya) di pasar Lebak Bulus saat ditemui pengurus Papera DKI Jaya, Jumat (6/1/2023) mengatakan diawal tahun ini daya beli masih kurang dan belum banyak yang berkunjung
“Penurunan omset begitu jauh drastis bahkan mencapai 50 persen. Itu biasanya konsumen bisa mencapai 90% jumlahnya yang datang ke pasar, apalagi sekarang harga sayur mayur meningkat naik, daya beli masyarakat pun biasa saja,’ ucap Eko kepada awak media
Sementara Ketua DPD Papera DKI Jaya Wahyu Sunanto memaklumi kondisi pasar tradisional belakangan ini lantaran sebagian masyarakat masih ada yang berlibur panjang bahkan keluar kota, kemungkinan juga jumlah pengunjung (konsumen) menurun drastic
“ Ya, wajar saja sebab masyarakat Jakarta itu sebagian masih ada yang libur panjang akhir tahun tapi kan pasokan komoditas berbagai bahan pokok terpenuhi di pasar pasar yang kami kunjungi,” balas Wahyu
Tak salah pula jika pemerintah tetap mengawasi stok pangan dan komoditas sayur mayur yang beranjak naik harga jualnya apalagi daya beli masyarakat berangsur menurun
Namun uniknya, saat ditanyakan tahun 2024 nanti ada pergantian pemerintahan dan apa harapan pedagang dan persiapannya tahun 2024 yang ditanyakan oleh Ketua DPD Papera DKI Jaya Wahyu Sunanto
Balas Pedagang, bukan persiapannya sih tapi pinginnya presidennya.
“ Belum tahu sih nama-nama yang sekarang tapi tahun lalu lebih condong ke Pak Prabowo, dan kalo pak Prabowo di calonkan lagi kemungkinan itu pilihan kami lagi,” balas Eko mewakili pedagang lebak bulus
“






