GMPK Lebak : Peran Generasi Zilenial Sangat Strategis Dalam Upaya Membangun Demokrasi Sehat

GMPK Lebak : Peran Generasi Zilenial Sangat Strategis Dalam Upaya Membangun Demokrasi Sehat

DETIKMERDEKA.COM- GMPK (Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan) Kabupaten Lebak mengadakan diskusi kebangsaan dengan tema Peran Generasi Zilenial Dalam Mensukseskan Pemilu 2024, Minggu (18/6/23) Kegiatan yang berlangsung di Cafe and Resto Cak Alif – Kabupaten Lebak, dan dimulai sejak pukul 13.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Peserta yang mengikuti acara diskusi terdiri dari mahasiswa di berbagai perguruan tinggi dan ditambah dengan sebagian pelajar dan pemuda berbagai sekolah di Kabupaten Lebak

Fajar Nuralamsyah ketua cabang GMPK Kabupaten Lebak mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana dan peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan diskusi kebangsaan oleh GMPK Lebak 

Sementara ketua pelaksana kegiatan Muhamad Priatno, menguraikan peran, tugas serta tanggung jawab generasi zilenial sebagai putra Bangsa dalam menjalankan tahapan pemilu tahun 2024. 

“ Kami harapkan peserta diskusi kebangsaan terus memupuk kepedulian terhadap keadaan sosial, mengasah ketajaman berfikirnya, mengembangkan keterampilan karyanya,” kata Muhamad Priatno

Masih kata Muhamad Priatno, generasi zilenial dapat terus menumbuhkan semangatnya dalam mewujudkan perubahan-perubahan untuk kemajuan bangsa serta terciptanya kehidupan masyarakat yang adil dan makmur sesuai amanat Undang-undang Dasar 1945. 

“ Generasi Zilenial dapat terus turun berperan aktif menyukseskan pemilu tahun 2024,” imbuhnya

Sebelumnya, Ketua Harian GMPK Wilfridus Son Ebit menyampaikan GMPK adalah wadah yang menampung mahasiswa dan Pelajar untuk berproses dan saling bertukar ilmu juga pengetahuan antar pelajar dan mahasiswa demi menumbuhkan kepedulian terhadap perubahan dan kemajuan bangsa.

” Di harapkan situasi politik seharusnya lebih baik dari waktu – ke waktu,” ungkap Ebit

Kesadaran politik merupakan bagian dari upaya demokratisasi contohnya terselenggaranya pemilu dengan keikutsertaan masyarakat 

” Pemilu merupakan agenda rutin setiap 5 tahun sekali. Hasil dari pemilu itulah terbentuk nya pemerintahan karena dalam negara demokrasi Pemerintah itu berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat,’ urai Ebit

Peran generasi Zilenial sangat strategis dalam upaya membangun demokrasi sehat di Indonesia. Sejarah mencatat peran Pemuda dalam memberikan perubahan pada masa Orde Lama, Orde Baru dan masa Orde Reformasi yang sedang berjalan saat ini

“ Tantangan pemilu pada era sekarang oleh para ahli disebut dengan era Post Truth masa “di mana penggunaan akal yang melandasi kebenaran dan pengamatan fakta sebagai basis pengukuran obyektifitas, seakan-akan tidak penting dalam memegaruhi opini, pemikiran maupun perilaku publik,” ujar Ebit

Dalam rentang masa ini, orang mempengaruhi publik dengan cara menomorsatukan sesansionalitas dan mengedepankan emosionalitas” (Haryatmoko, 2018). 

Di mana pada pemilu pertama di era reformasi terasa sekali para pemilih lebih memilih kapada calon berdasarkan pada ketokohan dan keterkenalan calon tersebut. 

“ Tantangan sekarang mengubah pemilih dari pemilih emosional ke pemilih rasional (pemilih memilih berdasarkan rekam jejak calon),” tandas Ebit

Ubaedillah seorang pegiat sosial Kabupaten Lebak, kepeduliannya terhadap sosial dan masyarakat di sekitar kabupaten lebak mampu memberikan perubahan yang baik untuk kehidupan bermasyarakat, terciptanya interaksi sosial yang aktif melalui kegiatan² literasi dan santunan.

“ Generasi Zilenial atau Gen Z diharapkan menjadi pelopor mengubah pemilih emosional ke pemilih rasional, suatu tantangan yang berat,” ujar Ubedilah 

Acara Diskusi Kebangsaan membahas pembangunan politik yang dikembangkan di era reformasi dalam arti penataan kehidupan politik demokratis berlandaskan pada Pancasila dan UUD 45. Diskusi tersebut dipandu oleh Muhamad Parid sebagai moderator