RD Kongo Tahan Imbang Portugal 1-1, Tim Afrika Ini Jadi Perhatian di Piala Dunia 2026

DETIKMERDEKA – Republik Demokratik (RD) Kongo mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil positif. Tim asal Afrika itu berhasil menahan imbang Portugal 1-1 pada laga pembuka Grup K yang digelar pada Kamis, 18 Juni 2026.

Hasil tersebut menjadi catatan penting bagi RD Kongo yang baru kembali tampil di putaran final Piala Dunia setelah penantian panjang selama 52 tahun. Sebelumnya, mereka terakhir tampil di ajang ini pada edisi 1974.

Meski tidak berstatus sebagai unggulan, RD Kongo mampu memberikan perlawanan sengit kepada Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo dan sejumlah pemain bintang Eropa lainnya.

Perjalanan menuju Piala Dunia 2026 juga tidak mudah. RD Kongo memastikan tiket ke putaran final setelah melewati babak playoff dan mengalahkan Jamaika. Gol kemenangan yang dicetak Axel Tuanzebe menjadi penentu keberhasilan mereka kembali ke panggung sepak bola terbesar dunia.

Keberhasilan lolos ke Piala Dunia turut berdampak pada posisi mereka di ranking FIFA. Dalam daftar terbaru FIFA, RD Kongo berada di peringkat ke-46 dunia dengan koleksi 1.474,43 poin.

Posisi tersebut menunjukkan perkembangan signifikan dalam satu dekade terakhir. Pada Oktober 2011, RD Kongo masih berada di peringkat ke-133 dunia.

Meski demikian, mereka belum mampu menyamai pencapaian terbaik sepanjang sejarah. Peringkat tertinggi RD Kongo tercatat pada Juli hingga Agustus 2017 saat menempati posisi ke-28 dunia.

Di Grup K Piala Dunia 2026, RD Kongo masih menjadi salah satu tim dengan peringkat FIFA terendah. Portugal menjadi tim dengan ranking tertinggi di grup tersebut.

Portugal saat ini berada di peringkat kelima dunia dengan 1.767,85 poin. Kolombia menempati peringkat ke-15 dengan 1.698,35 poin. Sementara Uzbekistan berada di posisi ke-50 dengan 1.458,73 poin.

Meski kalah dari para pesaingnya dalam hal peringkat, RD Kongo menunjukkan bahwa mereka tidak bisa dipandang sebelah mata. Hasil imbang melawan Portugal menjadi bukti bahwa mereka mampu bersaing di level tertinggi.

Laporan Football Talk menyebutkan, RD Kongo menargetkan pencapaian yang lebih baik dibanding penampilan mereka sebelumnya di Piala Dunia. Tim berjuluk The Leopards itu berambisi lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Kekuatan utama RD Kongo terletak pada organisasi permainan dan soliditas lini belakang. Disiplin bertahan menjadi modal penting yang membantu mereka meraih hasil positif saat menghadapi Portugal.

Sektor serangan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Karena itu, peran dua penyerang andalan, Cédric Bakambu dan Yoane Wissa, akan sangat menentukan dalam laga-laga berikutnya.

Kedua pemain tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tim agar RD Kongo tidak hanya mengandalkan kekuatan pertahanan.

Dengan satu poin dari laga pembuka, peluang RD Kongo untuk bersaing di Grup K masih terbuka. Tim asuhan mereka kini akan menghadapi pertandingan berikutnya dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi setelah berhasil mencuri poin dari salah satu favorit juara.

Hasil melawan Portugal juga mengirim pesan bahwa RD Kongo berpotensi menjadi batu sandungan bagi tim-tim lain di Grup K. Jika mampu menjaga konsistensi permainan, mereka memiliki peluang untuk bersaing memperebutkan tiket ke babak 16 besar atau setidaknya finis sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.[]