DETIKMERDEKA – Maudy Ayunda akhirnya buka suara setelah konten mindfulness yang dibuatnya ramai diperbincangkan. Aktris dan penyanyi itu menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik.
Maudy mengaku telah mengambil waktu untuk mengevaluasi kembali apa yang sebelumnya ia sampaikan. Ia juga mendengarkan berbagai respons yang muncul setelah konten tersebut menuai sorotan.
Permintaan maaf itu disampaikan Maudy melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (20/9/2026).
Bintang film *Para Perasuk* tersebut mengakui ada sejumlah perspektif dan konteks yang belum cukup ia pertimbangkan ketika menyampaikan kontennya.
Kondisi itu membuat pesan yang disampaikannya dinilai tidak cukup menggambarkan realitas yang sedang dihadapi banyak orang.
“Beberapa waktu terakhir, aku mengambil waktu untuk mendengar, merefleksikan kembali apa yang aku sampaikan, dan memahami berbagai respons yang muncul setelahnya. Aku menyadari bahwa apa yang aku sampaikan telah menyebabkan kekecewaan dan kemarahan. Aku minta maaf…
Ada perspektif dan konteks yang belum cukup aku pertimbangkan, sehingga apa yang aku sampaikan terasa jauh dari realita dan pengalaman yang sedang dihadapi banyak orang.
Aku menyadari bahwa aku masih perlu banyak belajar.
Aku perlu lebih banyak mendengar, lebih peka, lebih berempati, dan lebih terbuka terhadap perspektif yang berbeda dari pengalamanku sendiri.
Aku juga sadar bahwa suara, akses, platform, dan berbagai bentuk privilese yang aku miliki membawa tanggung jawab. Dan ada saat-saat ketika aku bisa lebih hadir atau bersuara. Aku akan terus belajar dan berusaha lebih bijak dalam menggunakan ruang dan kapasitas yang aku punya.
Sekali lagi, aku minta maaf. Terima kasih untuk semua masukan dan perspektifnya. Aku tahu satu permintaan maaf tidak serta-merta menghapus kekecewaan yang sudah muncul. Tapi, aku akan berusaha lebih baik ke depannya,” tulis Maudy Ayunda.
Maudy juga mengakui bahwa dirinya masih perlu banyak belajar. Ia ingin lebih terbuka terhadap pengalaman dan sudut pandang yang berbeda dari apa yang selama ini ia alami.
Ia menyadari posisi sebagai figur publik membuat setiap pernyataan yang disampaikan memiliki dampak lebih luas. Karena itu, Maudy merasa perlu lebih bijak dalam menggunakan ruang yang dimilikinya.
Ia pun berjanji untuk lebih banyak mendengar sebelum menyampaikan pandangan kepada publik.
Maudy tidak menampik bahwa satu permintaan maaf tidak otomatis menghilangkan kekecewaan yang sudah muncul. Namun, ia memilih menjadikan berbagai respons yang diterimanya sebagai bahan untuk melakukan evaluasi.
Lewat pernyataan tersebut, Maudy berharap bisa belajar dari polemik yang terjadi dan lebih berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu kepada publik ke depannya.






