DETIKMERDEKA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik dalam survei terbaru mengenai kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Program MBG menjadi salah satu alasan masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah. Temuan itu muncul ketika pemerintah masih menghadapi berbagai kritik dan perdebatan mengenai sejumlah kebijakannya.
Lembaga survei Median mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 56,2 persen. Survei dilakukan pada 21 Juli-2 Agustus 2026 melalui survei nasional bertajuk “Survei Nasional Evaluasi Kerja, Program Prioritas, Isu Terkini, dan Elektabilitas”.
Survei tersebut melibatkan 1.212 responden. Margin of error tercatat ±2,76 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
MBG menjadi salah satu program yang paling banyak disebut responden ketika menjelaskan alasan mereka puas terhadap kinerja pemerintah. Responden tidak hanya mengetahui keberadaan program tersebut, tetapi juga menilai MBG memberikan manfaat.
Temuan itu menempatkan manfaat MBG sebagai alasan paling tinggi dalam daftar faktor yang membuat masyarakat puas terhadap pemerintah.
“5 alasan tertinggi publik menyatakan puas terhadap pemerintah ialah: MBG Bermanfaat (11,1 persen); Program mulai berjalan dan dirasakan manfaatnya (9,2 persen); Memberantas korupsi (4,0 persen); Banyak program dukung petani, pupuk mudah, hasil dibeli Bulog dengan harga bagus (3,1 persen); Membantu masyarakat miskin (3,0 persen),” ungkap hasil survei Median.
Popularitas MBG juga terlihat ketika Median menanyakan program pemerintah yang paling disukai masyarakat.
Sebanyak 38,4 persen responden memilih MBG. Angka tersebut membuat MBG berada di posisi teratas dibandingkan program pemerintah lainnya.
Sekolah Rakyat berada di posisi berikutnya dengan 15,7 persen responden. Program bantuan sosial (bansos) dan bantuan langsung tunai (BLT) masing-masing menjadi pilihan 6,3 persen responden.
Temuan tersebut menunjukkan MBG memiliki tingkat penerimaan yang cukup tinggi di antara program pemerintah yang ditanyakan dalam survei. Namun, dukungan terhadap program tersebut tidak sepenuhnya seragam.
Median juga mengukur pandangan masyarakat mengenai keberlanjutan program MBG. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan pendapat di antara responden.
Sebanyak 36,1 persen responden menginginkan MBG tetap dilanjutkan oleh pemerintah. Sementara itu, 34,2 persen responden meminta program tersebut dihentikan sementara.
Kelompok yang meminta penghentian sementara menginginkan MBG diperbaiki terlebih dahulu sebelum kembali dilanjutkan.
Angka tersebut menunjukkan bahwa meskipun MBG menjadi program pemerintah yang paling disukai dalam survei, masyarakat tetap memiliki catatan terhadap pelaksanaannya.
Temuan survei itu juga memperlihatkan bahwa penerimaan terhadap sebuah program tidak selalu berarti masyarakat menerima seluruh pelaksanaannya. Sebagian responden tetap menginginkan perbaikan agar program dapat berjalan sesuai tujuan.
Pemerintah kini menghadapi tantangan untuk menjaga manfaat MBG sekaligus memperbaiki pelaksanaan program di lapangan. Masukan masyarakat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan agar program tersebut dapat menjangkau penerima manfaat secara tepat.






