Pdt. David Harold Waromi: Persatuan dan Budaya Jadi Kunci Membangun Papua yang Sejahtera

DETIKMERDEKA – Anggota DPD RI/MPR RI Pdt. David Harold Waromi, menilai pembangunan Papua tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Penguatan persatuan, nilai budaya, serta pemberdayaan sektor pertanian harus berjalan bersamaan agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.

Menurut Pdt. David Harold Waromi, Papua memiliki modal sosial yang kuat melalui budaya, adat istiadat, dan hubungan kekeluargaan yang telah tumbuh sejak lama. Potensi tersebut perlu terus dijaga karena menjadi fondasi bagi terciptanya pembangunan yang inklusif dan diterima oleh seluruh masyarakat.

“Papua memiliki kekayaan budaya, adat, dan nilai kekeluargaan yang luar biasa. Modal sosial ini harus terus dijaga dan diperkuat. Ketika hubungan antarkeluarga, antarmarga, dan antarkomunitas terjalin dengan baik, maka masyarakat akan lebih mudah bersatu untuk membangun daerahnya,” kata Pdt. David Harold Waromi yang juga Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua.

Senator Pdt. David Harold Waromi mengatakan, penguatan hubungan sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah. Karena itu, ia terus mendorong berbagai kegiatan yang mempererat hubungan kekeluargaan, menjaga identitas budaya, serta memperkuat solidaritas masyarakat di berbagai wilayah Papua.

Menurutnya, pembangunan akan lebih mudah dijalankan ketika masyarakat memiliki rasa saling percaya, saling menghormati, dan mampu bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Kondisi itu juga akan memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung berbagai program pembangunan.

Lebih lanjut Pdt. David Harold Waromi menambahkan, pembangunan Papua juga harus memanfaatkan potensi pertanian yang dimiliki setiap daerah.

Sektor pertanian, menurut dia, menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Papua.

Ia menilai berbagai kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada penguatan sektor pertanian, peningkatan produksi pangan, perbaikan sarana dan prasarana pertanian, serta pemberdayaan petani menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan masyarakat Papua.

“Persatuan adalah modal utama pembangunan. Karena itu, saya terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong, saling menghormati, dan menjaga persaudaraan tanpa membedakan latar belakang marga, suku, maupun komunitas. Dengan kebersamaan, kita bisa menghadirkan Papua yang lebih maju, aman, dan sejahtera,” ujarnya.

Pdt. David Harold Waromi berharap program pertanian yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto dapat menjangkau lebih banyak petani di Papua.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Tani Merdeka Indonesi, dan masyarakat menjadi faktor penting agar setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat di lapangan.

“Kebijakan Presiden Prabowo yang memberikan perhatian besar kepada sektor pertanian harus kita dukung bersama. Program-program yang berpihak kepada petani harus sampai ke kampung-kampung di Papua. Saya optimistis, jika kebijakan ini berjalan dengan baik, kesejahteraan petani Papua akan meningkat, ketahanan pangan semakin kuat, dan ekonomi masyarakat akan tumbuh,” kata Pdt. David Harold Waromi.

Pdt. David Harold Waromi juga menilai pelestarian budaya perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah. Budaya Papua, menurut dia, bukan hanya warisan leluhur yang harus dijaga, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengembangan seni, kerajinan tangan, pariwisata berbasis budaya, hingga ekonomi kreatif dinilai dapat membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat identitas daerah.

“Budaya Papua harus menjadi kekuatan pembangunan. Ketika budaya kita dijaga dan diberdayakan, masyarakat tidak hanya bangga terhadap identitasnya, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.

Pdt. David Harold Waromi mengaku akan terus memperjuangkan kebijakan yang mendukung penguatan masyarakat adat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemberdayaan ekonomi yang memanfaatkan potensi lokal, termasuk memperjuangkan program-program pertanian yang memberikan dampak langsung bagi petani Papua.

Menurutnya, pembangunan yang berhasil bukan hanya diukur dari bertambahnya infrastruktur, tetapi juga dari semakin kuatnya persatuan masyarakat, berkembangnya sektor pertanian, dan meningkatnya kesejahteraan yang dirasakan secara merata.

“Tujuan akhirnya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Papua. Karena itu, mempererat hubungan kekeluargaan, melestarikan budaya, memperkuat solidaritas sosial, membangun persatuan lintas marga maupun lintas komunitas, serta memanfaatkan kebijakan pemerintah untuk memajukan sektor pertanian merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan Papua yang damai, produktif, dan semakin sejahtera,” ujar David.[]