Gol Pertama Raul Jimenez di Piala Dunia 2026 Jadi Penghormatan untuk Mendiang Ayah

DETIKMERDEKA – Nama Raul Jimenez menjadi sorotan saat Timnas Meksiko mengalahkan Afrika Selatan 2-0 pada laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, pada Jumat, 12 Juni 2026 dini hari WIB.

Penyerang berusia 35 tahun itu mencetak gol kedua Meksiko pada menit ke-67. Gol tersebut lahir melalui sundulan setelah memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan.

Selepas mencetak gol, Jimenez merayakannya dengan penuh emosi. Ia berlari ke arah tribun suporter Meksiko sebelum membentuk simbol hati dengan kedua tangannya.

Selebrasi itu menjadi salah satu momen paling menyentuh dalam pertandingan pembuka Piala Dunia 2026.

Gol ke gawang Afrika Selatan juga memiliki arti penting dalam karier Jimenez. Tambahan satu gol membuat koleksi golnya bersama Timnas Meksiko menyamai catatan legenda sepak bola Meksiko, Jared Borgetti, yang selama ini menempati posisi kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah El Tri.

Laga melawan Afrika Selatan juga menghadirkan pencapaian lain bagi Jimenez. Setelah tiga edisi Piala Dunia, yakni 2014, 2018, dan 2022, lebih sering mengawali pertandingan dari bangku cadangan, Jimenez akhirnya menjalani debut sebagai starter di ajang Piala Dunia.

Momen tersebut terasa semakin istimewa karena gol ke gawang Afrika Selatan menjadi gol pertamanya di Piala Dunia. Pencapaian itu datang ketika usianya telah menginjak 35 tahun.

Perjalanan Jimenez menuju momen tersebut tidak mudah. Kariernya sempat berada di titik terberat pada 2020 saat membela Wolverhampton Wanderers di Liga Inggris. Saat itu, ia mengalami cedera tengkorak serius setelah benturan keras dalam pertandingan.

Cedera tersebut membuat masa depannya sebagai pesepak bola profesional sempat dipertanyakan. Proses pemulihan yang panjang harus dijalani sebelum akhirnya kembali bermain di level tertinggi.

Tantangan tidak hanya datang dari lapangan hijau. Jimenez juga menghadapi masa sulit dalam kehidupan pribadinya.

Pada Maret 2026, ayahnya meninggal dunia. Kepergian sosok yang selama ini menjadi pendukung terbesar dalam kariernya meninggalkan duka mendalam bagi sang pemain.

Karena itu, gol ke gawang Afrika Selatan menjadi momen yang sangat emosional.

Sundulan yang memastikan kemenangan Meksiko dipersembahkan untuk mendiang ayahnya. Selebrasi dengan simbol hati menjadi cara Jimenez mengenang sosok yang selalu mendukung perjalanan kariernya.

Suasana Stadion Azteca pun terasa berbeda saat nama Jimenez bergema dari tribun penonton. Ribuan pendukung Meksiko memberikan dukungan dan penghormatan kepada sang penyerang veteran.

Tidak lama setelah mencetak gol, pelatih Meksiko memutuskan menarik Jimenez keluar lapangan.

Keputusan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para suporter. Penonton berdiri memberikan apresiasi atas penampilan dan perjuangan panjang yang telah dilalui Jimenez hingga kembali bersinar di panggung terbesar sepak bola dunia.

Malam di Stadion Azteca itu bukan hanya tentang kemenangan Meksiko. Laga tersebut juga menjadi kisah tentang keteguhan seorang pemain yang berhasil bangkit dari cedera berat, melewati kehilangan besar dalam hidupnya, dan akhirnya mencetak gol bersejarah di Piala Dunia untuk negaranya.[]