DETIKMERDEKA – Pemerintah memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga pangan tetap terjaga menjelang hingga selama bulan suci Ramadan 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga (K/L), guna mengantisipasi lonjakan permintaan bahan pokok yang kerap terjadi pada periode keagamaan.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan bahwa pemantauan harga terus dilakukan secara intensif di berbagai daerah. Pengawasan tidak hanya melalui inspeksi langsung ke pasar, tetapi juga memanfaatkan sistem digital milik pemerintah.
“Pemerintah baik antar K/L terus melakukan monitor harga di beberapa pasar. Termasuk juga memastikan pasokannya berjalan dengan baik menjelang bulan Ramadan ini,” ujar Mendag yang akrab disapa Busan di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (18/2/2026).
Pemantauan tersebut dilakukan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), yang mencatat perkembangan harga pangan nasional secara berkala. Berdasarkan data sistem itu, rata-rata harga bahan pokok masih berada dalam kondisi terkendali.
Meski demikian, terdapat kenaikan harga pada sejumlah komoditas di wilayah tertentu. Namun secara umum, fluktuasi tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan belum mengganggu stabilitas nasional.
Salah satu komoditas yang terpantau stabil adalah minyak goreng rakyat merek Minyakita. Saat ini, harganya berada di kisaran Rp16.020 per liter, lebih rendah dibandingkan rata-rata sebelumnya yang sempat menyentuh Rp16.800 per liter.
Penurunan harga tersebut tidak lepas dari kebijakan pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat. Regulasi itu mengatur kewajiban penyaluran 35 persen pasokan dari BUMN pangan langsung ke konsumen, sehingga membantu menjaga ketersediaan barang sekaligus menekan harga di pasar.
Selain pemantauan, Kementerian Perdagangan juga telah mengumpulkan para pemasok komoditas pangan strategis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan stok tetap mencukupi selama Ramadan.
Mendag berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan BUMN pangan dapat terus diperkuat demi menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Kemarin kami juga sudah kumpulkan para pemasok. Nanti dalam waktu dekat juga kita kumpulkan lagi. Kita akan terus koordinasi sehingga kita semua dapat merayakan Ramadan dengan harga yang stabil,” pungkasnya.






