DETIKMERDEKA.COM – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa mundurnya Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah dari jabatan utusan khusus adalah tindakan ksatria.
Presiden Prabowo menilai Gus Miftah tidak berniat menghina, dan menganggap pernyataan Miftah sebagai ungkapan yang tidak bermaksud buruk.
“Saya kenal beliau, mungkin karena beliau sering bergaul dan ceramah di kalangan bawah,” kata Prabowo di Istana.
Prabowo juga menyatakan bahwa Gus Miftah tidak berniat jahat atau menghina dengan kata-katanya tersebut.
Namun, Prabowo mengakui bahwa Gus Miftah sadar akan kesalahannya dan bertanggung jawab dengan mengundurkan diri.
Presiden Prabowo menghargai sikap Gus Miftah yang merasa salah dan bertanggung jawab dengan langkah pengunduran dirinya.
“Di Indonesia jarang orang yang merasa salah dan bertanggung jawab, saya kira kita harus menghargai itu,” tambah Prabowo.
Sebelumnya, Gus Miftah mengundurkan diri setelah video dirinya merendahkan penjual es teh menjadi viral di media sosial.
Gus Miftah mengucapkan terima kasih kepada Presiden atas amanah yang diberikan, dan menegaskan keputusan mundur tanpa tekanan.
Gus Miftah menegaskan bahwa keputusan mundurnya bukan atas permintaan siapa pun, melainkan hasil renungannya sendiri.[]






