Tim Sukses Anies Baswedan di Cokok KPK, OTT Pertama Tahun 2024
DETIKMERDEKA.COM,- Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, tim sukses Anies Baswedan dicokok penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Ia adalah Erik Adtrada Ritonga. Diketahui, Erik, saat ini adalah bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan, merupakan kader Partai NasDem. Loyalis Surya Paloh itu ditangkap penyidik KPK karena terkena kasus dugaan suap.
“Benar, salah satunya bupati Labuhanbatu,” ungkap Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, kepada wartawan, Kamis, 11 Januari 2024.
OTT Pertama KPK di 2024
Untuk diketahui, OTT Bupati Labuhanbatu, Erik Adtrada Ritonga ini terkena operasi tangkap tangan pertama yang dilakukan KPK pada tahun 2024. Pihak KPK menyatakan, OTT tersebut terkait kasus korupsi dugaan suap.
“KPK telah melakukan giat tangkap tangan di Wilayah Kabupaten Labuhanbatu terhadap terduga penyelenggara negara yang diduga menerima pemberian hadiah atau suap,” papar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.
Tidak hanya bupati Labuhanbatu, penyidik KPK menangkap pihak lainnya. Tim penyidik KPK pun menyita barang bukti uang dari OTT tersebut.
Pihak NasDem sendiri sangat prihatin dengan kasus yang menimpa kadernya
” Kami prihatin dengan hal ini,” ucap Ketua DPP Partai NasDem, Charles Meikyansah saat dihubungi wartawan, Kamis, 11 Januari 2024.
Anak buah Surya Paloh itu menambahkan, pihaknya belum mengetahui lebih detil tentang OTT KPK tersebut. Hingga berita ini diturunkan, NasDem masih menunggu keterangan resmi dari lembaga antirasuah itu.
“Kami masih menunggu keterangan resmi dari KPK,” papar Charles.
Profil Erik
Erik sendiri merupakan bupati Labuhanbatu yang baru menjabat selama 3 tahun. Ia dilantik pada 13 September 2021.
Politisi kelahiran 5 Mei 1980 itu menjadi bupati atas dukungan dari Partai NasDem, Hanura, PDIP, dan PBM. Kemenangannya dalam Pilkada Labuhanbatu 2021 kontroversial.
Sebab, terjadi perselisihan hasil Pilkada dan sempat diajukan ke Mahkamah Konstitusi oleh lawannya, calon nomor urut 3 Andi Suhaimi Dalimunthe dan Faizal Amri Siregar. Kendati demikian, Mahkamah Konstitusi akhirnya memutuskan kemenangan Erik.
Latar belakang Erik ini adalah seorang dokter. Keluarganya merupakan pemilik salah satu rumah sakit di Labuhanbatu.
Erik Adtrada merupakan politikus kelahiran Labuhanbatu pada 5 Mei 1980. Sebelum terjun ke dunia politik, Erik lama bergelut di bidang kesehatan dan menjadi direktur rumah sakit swasta. Partai Hanura menjadi kendaraan politik Erik pertama kalinya dan mendaftar sebagai caleg DPR RI dari dapil Sumut II di Pileg 2014. Kini sebagai politisi NasDem dan Bupati Labuhan batu Sumatera Utara













