Prabowo Subianto Simbol Pejuang Demokrasi Sejati
DETIKMERDEKA.COM- Jika ada nama yang pantas disebut sebagai pejuang demokrasi, mungkin salah satunya adalah Prabowo Subianto. Nama Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) ke-26 sekaligus Calon Presiden RI 2024. Banyak orang yang masih mempertanyakan kembalinya Prabowo sebagai Capres RI.
Terhitung, 3 kali sudah dirinya maju sebagai peserta dalam perebutan kursi kepemimpinan orang nomor 1 di Indonesia.
Alih-alih mempertanyakan pencapresannya, yang terlihat di permukaan kita hari ini adalah sinisme kepada sosok Prabowo Subianto. Bahkan, lebih cenderung kepada “kampanye negatif” dengan cara memfitnah, mengejek, dan mencela, serta mengadu domba.
Polanya hampir sama dengan Pilpres-pilpres sebelumnya. Selalu memunculkan isu-isu yang memberi stigma negatif kepada personalitas Prabowo, bukan terhadap gagasan kebangsaannya yang diusungnya. Seperti meragukan keislamannya, mengaitkannya dengan peristiwa 98, dan lain lain. Padahal, isu-isu itu seolah berhembus bak angin. Tak ada bukti sama sekali
Orang-orang yang kerap melempar isu negatif kepadanya, bisa dipastikan, karena pemikiran mereka sangat “kerdil”. Hanya bisa melihat sesuatu dengan menggunakan kaca mata kuda. Sehingga, menutupi pandangan-pandangan lainnya. Tak luas dan minim gagasan.
Karakteristik “Pantang Menyerah”
Sebagai seorang prajurit yang dididik dalam kultur militer, karakteristik “pantang menyerah” adalah salah satu karakter fundamental yang harus dimiliki setiap prajurit. Tak ada kata menyerah dalam kamus kehidupan seorang prajurit TNI.
Karakteristik politisi yang pejuang itu biasanya, kalau dia jatuh 2 kali, dia akan bangkit 3 kali. Jatuh 5 kali dia akan bangun 6 kali, Jatuh lagi 10 kali, dia akan bangkit 11 kali. Itulah mentalitas seorang pejuang.
Oleh sebab itu, untuk memperjuangkan nilai-nilai (Pancasila) yang dianggapnya benar, Prabowo tak pernah mudah menyerah. Bagaimana pun keadaannya. Bahkan, ketika menerima menjadi Menhan RI, Prabowo harus melalui upaya rekonsiliasi dengan Presiden Jokowi yang merupakan rivalnya sendiri. Pada titik inilah, kita harus respect kepada Prabowo.
Bagi kebanyakan orang, sepintas terlihat seperti pragmatisme politik. Namun sebetulnya, proses yang dilakukan Prabowo untuk menerima itu, sudah dipikirkannya matang-matang. Mengorbankan harga dirinya, untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu “persatuan Indonesia”.
Dalam proses demokratisasi, terutama Pilpres 2024 hari ini misalnya, Prabowo, adalah satu-satunya Capres yang menempuh proses pencalonan Presiden sebagaimana idealnya menjadi seorang Presiden. Dari membuat partai, hingga membangun massanya sendiri. Melakukan kaderisasi kepemimpinan akar rumput hingga tataran atas. Semua dilakukannya dengan prosedur yang tak mudah.
Hal ini, tentu saja berbeda dengan calon-calon lainnya, yang hanya menggunakan popularitas sebagai modal untuk mendapat simpati massa. Inilah salah satu yang membedakan Prabowo dengan Capres lainnya.
Fakta ini sekaligus menjawab mengapa dalam 10 tahun terakhir ini, namanya selalu muncul sebagai Capres dengan elektabilitas yang cukup mentereng.
Capres Dengan Elektabilitas Menjanjikan
Dalam Survei LSI (Lembaga Survei Indonesia) terakhir misalnya, LSI menempatkan Menhan Prabowo di puncak elektabilitas. Prabowo menembus angka 30 persen di atas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (26,9 persen), dan juga Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan (25,3 persen).
Selain sebagai Capres dengan elektabilitas tertinggi. Banyak publik yang menilai, Menhan Prabowo sosok Capres yang pantas menggantikan posisi Jokowi sebagai Presiden RI, melanjutkan program-program strategisnya, dan memperbaiki kekurangan-kekurangannya.
Diketahui, sebanyak 37,7 persen responden percaya Prabowo mampu meneruskan program-program pembangunan yang sudah dilakukan oleh Presiden Jokowi. Tertinggi dibandingkan Capres lainnya. Sedangkan Capres lainnya, seperti Ganjar Pranowo hanya mendapat dukungan sebanyak 32,7 persen , dan Anies Baswedan sebesar 21,0 persen.
Menhan Prabowo memang bukanlah pemimpin yang sempurna, tetapi dia satu-satunya Capres yang mungkin menjadi pilihan terbaik Indonesia saat ini. Gagasannya tentang masa depan Indonesia, tertuang dalam bukunya sendiri “Kepemimpinan Militer”. Ini membuktikan keseriusannya untuk menjadi Presiden Indonesia selama ini.
Soal menang atau kalah, biarlah tangan Tuhan yang berhak menentukan. Publik akan menilai perjuangannya hari ini. Yang jelas, selama ini, proses pencapresannya selalu dilaluinya dengan menempuh cara-cara yang etis dan mengedepankan nilai-nilai demokrasi. Bukan dengan cara-cara yang instan.
Pada titik ini, pantaslah jika Prabowo disebut-sebut sebagai politisi sekaligus pejuang demokrasi sejati (mypresident.id/redaksi)






