Jokowi Sebut Naiknya Elektabilitas Prabowo Karena Kerja Keras Sendiri dan Gerindra

Jokowi Sebut Naiknya Elektabilitas Prabowo Karena Kerja Keras Sendiri dan Gerindra

DETIKMERDEKA.COM- Joko Widodo (Jokowi) menyebut naiknya elektabilitas Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bukan karena dirinya. Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara “Silaturahmi Ramadhan bersama Presiden RI”, yang digelar di Kantor DPP Partai Amanat Nasional (PAN).

“Saya pikir naiknya elektabilitas beliau bukan karena saya, beliau sendiri dan Gerindra,” kata Jokowi.

Sebelum Jokowi memberi sambutan, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyampaikan sambutan dan menyinggung soal naiknya elektabilitas Prabowo belakangan ini karena tempel Jokowi.

“Ini tadi disinggung mengenai Pak Prabowo yang naik elektabilitasnya, saya pikir-pikir naiknya elektabilitas beliau itu bukan karena saya, ndak, ya karena beliau sendiri dan Gerindra,” kata Jokowi

Seperti diketahui, Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar acara Silaturahmi Ramadhan 1444 H di Gedung Dewan Pengurus Pusat (DPP) PAN, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan pada Ahad (2/4/23) lalu. Acara tersebut dihadiri para ketua umum partai politik koalisi pendukung pemerintah seperti PAN, Partai Golkar, Partai Gerindra, PPP, dan PKB

Sementara seperti dikutip dari laman republika Selasa (4/4/23), Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa menganalisa tak hadirnya PDIP dan NasDem dalam ‘Silaturahmi Ramadan Bersama Presiden RI. Ia menduga kegiatan ini dijadikan momentum membicarakan kecocokan koalisi Pilpres 2024.

Herry mengamati silaturahmi para elit parpol erat hubungannya dengan koalisi 2024. Apalagi Presiden Joko Widodo hadir dalam kegiatan ini bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Plt Ketua Umum PPP Mardiono. Menurutnya, publik bisa menafsirkan ketidakhadiran PDIP sekaligus tak diundangnya NasDem 

Herry mensinyalir terbuka peluang membicarakan koalisi gabungan antara Koalisi Indonesia Bersatu (Golkar, PAN, PPP) dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (Gerindra-PKB). Namun penyatuan antar kedua koalisi tergantung kesepakatan mengusung Capres-Cawapres.