Mengukur Denyut Nadi Pedagang Menjadi Dasar Program PAPERA

DETIKMERDEKA.COM- DPP PAPERA atau Pedagang Pejuang Indonesia Raya, sebagai salah satu satu organisasi komunitas pedagang yang mempunyai program utama perlindungan, pembinaan dan pemberdayaan profesi pedagang, mencanangkan terus melakukan pengembangan kiprah dan jaringannya di tengah tengah masyarakat, yang dalam hal ini para pedagang. 

“ Sebagai organisasi yang baru lahir seumur jangung, jajaran pimpinan PAPERA di tingkat pusat menyadari, bahwa untuk dapat melakukan kiprah membantu para pedagang harus melakukan pengembangan jaringan, mulai dari DPD di tingkat provinsi, DPC di tingkat Kabupaten / Kota, sampai ke tingkat bawah, yaitu berupa komunitas komunitas para pedagang dimana mereka melakukan aktifitas niaganya,” ungkap H Nandang Sudrajat Sekjend DPP PAPERA, Rabu (11/1/23) saat ditemui di kawasan Jakarta

Perlu diketahui, bahwa hirarki organisasi PAPERA dibuat agar organisasi menyentuh langsung kepentingan para anggotanya, sehingga secara struktural di PAPERA tidak mengenal kepengurusan organisasi tingkat kecamatan dan desa atau kelurahan. “ Tetapi dari pimpinan tingkat Kabupaten / Kota langsung ke tingkat komunitas dimana aktifitas perdagangan ada. Misalnya, komunitas pedagang pasar, komunitas PKL, komunitas pedagang warung dan lain lain,” ucapnya

H. Nandang Sudrajat ketika di tanya tentang kiprah PAPERA mengatakan, bahwa PAPERA saat ini fokus melakukan pengembangan jaringan, tetapi tidak berarti abai terhadap tujuan pembentukan PAPERA yaitu melindungi, membina dan memberdayakan  pedagang. “ Itu dilakukan secara paralel oleh kepengurusan yang sudah terbentuk,” cetusnya

Memasuki bulan ke 6 sejak pembentukannya, DPP PAPERA mencanangkan program mengukur denyut nadi pedagang, adalah sebuah program integrasi evaluasi jaringan dan kepengurusan yang sudah terbentuk, dengan  kondisi aktual kegiatan perdagangan para pedagang. “ Untuk kepengurusan yang telah terbentuk, apakah sudah berjalan dan aktif melakukan fungsinya terhadap para pedagang atau malah masih tidur,” sambungnya

Saat ditanya mengenai mengapa mengusung tema di atas dalam melakukan turun ke lapangan. Nandang menjelaskan, bahwa berdasarkan laporan dan pantauan yang masuk, disampaikan nilai transaksi pedagang khususnya pedagang pasar, dan kuliner yang berjalan di PKL mengeluh bahwa jualan mereka sepi. 

“ Jadi kita turun melakukan recheck keliling ke beberapa pasar dan titik titik PKL, sejauh mana denyut nya, apa masih cukup baik atau malah memang benar sudah lemah, atau bahkan sangat lemah. Ini bagian eksplorasi data guna memberikan masukan terhadap Penasehat dan Pembina PAPERA,” tegas Nandang 

Program keliling ini juga dilakukan guna mengecek kepengurusan yang sudah sudah terbentuk, apakah sudah gerak atau masih tidur. “ Jangan sampai “TUKCING” setelah ditunjuk cicing (diem). Jadi kalau ada jajaran kepengutusan yang masih tidur, akan kita tanya dan diskusikan kenapa masih belum bergerak. papar Nandang seraya menyeruput kopi 

Langkah ini dilakukan dalam rangka menerjemahkan pengarahan dari Kang Prabowo Subianto sebagai Penasehat PAPERA dan Mas Sudaryono sebagai Pembina PAPERA. 

“ Kang Prabowo selalu menekankan bahwa setiap kader Gerindra harus melindungi dan membantu rakyat kecil. Nah karena PAPERA garapannya adalah komunitas pedagang, jadi dalam konteks membantu tentu saja harus sesuai khitttah sebagai organisasi pedagang, yang membantu pedagang,” imbuhnya

Di lain pihak, PAPERA sebagai organisasi sayap partai Gerindra tentu saja harus selaras dengan napas dan tegak lurus dengan visi misi partai Gerindra. Program mengukur denyut nadi pedagang ini telah dimulai sejak awal minggu ini, yang dilaksanakan oleh masing -masing korwil, seperti dilakukan korwil Banten oleh Muh Yamin, korwil DKI Jakarta oleh Ketua Umum Don Muzakir, korwil Jabar tugas Sekjen H. Nandang Sudrajat, dan Korwil Jateng, Jatim dan DIY oleh Dian Supardiyanto bersama Widi Handoko. Sementara untuk Luar Jawa dilakukan penggarapannya oleh fungsionaris DPP PAPERA lainnya. 

“ Untuk wilayah Jawa Barat sendiri, akan dimulai pada hari ini, Rabu 11 Januari 2023, dengan di awali turun ke Pasar Antri Kota Cimahi, dan akan terus berlanjut ke daerah-daerah lainnya,” terang Nandang