DPR RI Minta Laporan Dugaan Pemerasan Oleh Oknum Polri Terkait Pembelian Jam Mewah Diusut

Jakarta – Seorang pengusaha bernama Tony Sutrisno melaporkan dugaan tindak penipuan ke aparat penegak hukum. Hal itu dilakukan usai Tony membeli dua buah jam mewah Richard Mille senilai Rp77 miliar.

Namun, bukannya dibantu dalam pengusutan kasus terkait, Tony mengaku diperas oleh oknum Polri dengan kerugian mencapai Rp4 miliar.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPR, Santoso, mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan jajarannya dalam kasus yang menimpa Tony Sutrisno.

Menurut Santoso, seharusnya informasi apapun dari masyarakat harus direspons dan ditindaklanjuti oleh Kapolri dan jajarannya.

“Polri dalam bekerja tidak boleh berdasarkan asumsi. Untuk membuktikan apakah itu fakta atau hoax, maka Polri harus segera mengecek info tersebut,” ujar Santoso kepada wartawan, Senin (31/10/2022).

Menurut informasi yang dimiliki Santoso, muncul sebuah diagram atas kasus pemerasan terhadap Tony Sutrisno ini. Diagram itu berisi aliran dana dugaan pemerasan kepada para oknum di tubuh Korps Bhayangkara.

“Diagram itu sangat transparan siapa berperan apa dan itu diyakini berasal dari sumber yang mengetahui langsung atas kejadian tersebut,” yakin Santoso.

Minta Polri Serius

Santoso yakin, jika Polri serius dalam mengusut hal ini maka fakta bisa segera terungkap. Sebab, Polri memiliki perangkat mumpuni untuk melakukan penelusuran tersebut.

“Banyak hal yang awalnya tabu diekspos ke publik tentang informasi perilaku menyimpang oknum anggota Polri semenjak adanya kasus Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa satu persatu mulai bermunculan,” kata Santoso.

Momentum

Santoso mendorong, agar Polri dapat memanfaatkan momentum untuk merespons sekecil apapun informasi dari masyarakat terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan anggotanya sendiri.

“Apalagi belakangan muncul dukungan para mantan Kapolri yang berkunjung ke Mabes Polri untuk memberikan dukungan moril demi memulihkan kepercayaan publik kepada Polri,” Santoso menutup. Sumber: Liputan6.com