DETIKMERDEKA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengucapkan selamat kepada Luiz Inácio Lula da Silva atas kemenangannya dalam pemilihan presiden Brasil. Presiden Prabowo juga mengajak Brasil memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia di tengah berbagai tantangan global.
Ucapan tersebut disampaikan Presiden Prabowo melalui akun X resminya, @prabowo. Seperti dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah, pesan itu disampaikan pada Rabu, 28 Oktober 2026.
“Selamat kepada sahabat sekaligus rekan seperjuangan saya, Presiden Luiz Inácio Lula da Silva (@LulaOficial), atas kemenangan bersejarahnya untuk keempat kalinya sebagai Presiden Republik Federasi Brasil,” ujar Presiden Prabowo dalam unggahan tersebut.
Presiden Prabowo berharap Lula selalu diberi kekuatan dan kesehatan untuk memimpin Brasil. Ia juga menilai kemenangan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua negara untuk semakin mempererat hubungan.
“Saya berharap beliau senantiasa dianugerahi kekuatan dan kesehatan untuk memimpin kemajuan rakyat Brasil di masa depan,” lanjut Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo kemudian menyoroti peluang kerja sama antara Indonesia dan Brasil. Menurutnya, kedua negara memiliki kesempatan untuk memperkuat kemitraan dan membangun hubungan yang lebih erat.
Ajakan tersebut disampaikan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi kedua negara. Presiden Prabowo berharap hubungan Indonesia dan Brasil tidak hanya bertumpu pada persahabatan antarpemimpin, tetapi juga berkembang menjadi kemitraan strategis yang memberi manfaat bagi masyarakat kedua negara.
“Di tengah berbagai tantangan besar yang kita hadapi saat ini, mari kita memperkuat kemitraan strategis dan mewujudkan persahabatan antara kedua bangsa kita,” pungkasnya.
Lula memenangkan pemilihan presiden Brasil pada Minggu, 25 Oktober 2026 waktu setempat. Ia mengalahkan senator sayap kanan Flávio Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, setelah persaingan ketat pada putaran kedua.
Politikus berusia 80 tahun tersebut kembali mendapatkan mandat untuk memimpin Brasil, yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar di Amerika Latin.
Lula berhasil membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal dari Flávio pada putaran pertama. Hasil akhir pemilihan menunjukkan Lula memperoleh 51,79 persen suara sah, sedangkan Flávio meraih 48,21 persen.
Berdasarkan data resmi hasil pemilu Brasil, Lula mendapatkan 64.256.232 suara. Sementara itu, Flávio memperoleh 59.826.041 suara. Selisih suara keduanya mencapai lebih dari 4,4 juta.
Hasil tersebut memastikan Lula kembali menduduki kursi presiden untuk masa jabatan keempatnya.[]






