DETIKMERDEKA – Tiongkok terus memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan dengan sejumlah negara. Dalam rangkaian pertemuan dengan pejabat tinggi Bulgaria, Kamboja, dan Serbia, Tiongkok menegaskan komitmennya untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan dan investasi hingga infrastruktur dan teknologi.
Saat bertemu Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Bulgaria Poulev, Han mengatakan hubungan Tiongkok-Bulgaria dalam beberapa tahun terakhir berkembang secara sehat dan stabil.
Menurut Han, kerja sama kedua negara telah menghasilkan sejumlah manfaat, terutama di bidang pertanian, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta sektor lainnya.
Tiongkok, kata Han, siap bekerja sama dengan Bulgaria untuk menjalankan berbagai kesepakatan yang telah dicapai oleh para pemimpin kedua negara. Kerja sama itu antara lain diarahkan untuk meningkatkan perdagangan bilateral, memperkuat investasi, dan memperluas bidang kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua pihak.
Han juga berharap Bulgaria dapat berperan aktif dalam menjaga hubungan ekonomi dan perdagangan yang sehat serta stabil antara Tiongkok dan Uni Eropa.
Menanggapi hal tersebut, Poulev mengatakan Bulgaria memandang penting hubungan dengan Tiongkok. Bulgaria juga terbuka untuk mempelajari pengalaman pembangunan Tiongkok dan meningkatkan kerja sama praktis di berbagai sektor.
Bulgaria, lanjut Poulev, menyambut baik kehadiran perusahaan-perusahaan Tiongkok yang ingin berinvestasi dan mengembangkan bisnis di negaranya.
Perluas Kerja Sama dengan Kamboja
Dalam pertemuan terpisah dengan Wakil Ketua Pertama Dewan Pembangunan Kamboja Sun Chanthol, Han juga menegaskan komitmen Tiongkok untuk memperdalam hubungan dengan Kamboja. Han mengatakan kedua negara perlu memanfaatkan secara maksimal peran Komite Koordinasi Antarpemerintah Tiongkok-Kamboja. Forum tersebut dinilai penting untuk mendorong kerja sama di berbagai sektor.
Tiongkok dan Kamboja juga akan mendorong integrasi antara perdagangan dan investasi sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan persahabatan kedua negara. Sun Chanthol menyebut hubungan Kamboja dan Tiongkok telah dibangun di atas persahabatan yang kuat, kepercayaan, serta dukungan timbal balik.
Ia kembali menegaskan komitmen Kamboja terhadap prinsip satu Tiongkok. Kamboja juga menyatakan kesiapannya untuk memperluas kerja sama dengan Tiongkok, termasuk di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pariwisata, hingga pemberantasan penipuan siber.
Selain itu, Kamboja berkomitmen untuk terus mendorong kerja sama dalam kerangka Belt and Road Initiative yang diharapkan memberikan manfaat bagi kedua negara.
Hubungan Tiongkok-Serbia Makin Erat
Sementara itu, dalam pertemuan dengan Menteri Perekonomian Serbia Mesarovic, Han mengatakan hubungan Tiongkok dan Serbia mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Perkembangan tersebut, menurut Han, tidak terlepas dari arahan strategis para pemimpin kedua negara. Tiongkok menyatakan siap bekerja sama dengan Serbia untuk menjalankan berbagai kesepakatan yang telah dicapai kedua kepala negara.
Selain memperkuat kepercayaan politik, kerja sama ekonomi juga akan menjadi perhatian utama. Tiongkok mendorong pemanfaatan berbagai fasilitas yang tersedia melalui perjanjian perdagangan bebas bilateral. Kerja sama juga akan diperluas ke sektor ekonomi dan perdagangan, investasi, infrastruktur, serta industri-industri baru.
Han turut mendorong perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk meningkatkan investasi dan mengembangkan bisnis di Serbia.
Mesarovic mengatakan Serbia menghargai tingginya tingkat kepercayaan antara kedua negara. Ia juga kembali menegaskan komitmen Serbia terhadap kebijakan satu Tiongkok.
Serbia, kata Mesarovic, berterima kasih atas dukungan Tiongkok terhadap pembangunan nasional negaranya.
Ia menegaskan Serbia siap meningkatkan penyelarasan strategis dengan Tiongkok dan memperdalam kerja sama di berbagai sektor.
Rangkaian pertemuan tersebut menunjukkan upaya Tiongkok memperluas hubungan ekonomi dengan mitra-mitranya. Fokusnya tidak hanya pada peningkatan perdagangan, tetapi juga investasi, pembangunan infrastruktur, teknologi, hingga kerja sama di sektor-sektor baru.






