DETIKMERDEKA – Kebijakan Presiden Prabowo Subianto dinilai sangat dirasakan oelh pedagang dan petani di daerah saat ini. Dukungan pembiayaan bagi pedagang hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi beberapa kebijakan yang mendapat perhatian dari Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).
Ketua Harian DPP APPSI Don Muzakir mengatakan kebijakan pemerintah harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, terutama para pedagang. Ia menilai kemudahan akses pembiayaan dapat membantu pedagang mengembangkan usahanya.
“Kebijakan presiden Prabowo membantu pedagang kurs Rp 100 juta tidak ada anggunan, ini harus digunakan dengan baik oleh para pedagang. ini sangat baik,” kata Don Muzakir.
Hal itu disampaikan Don Muzakir setelah melantik Pengurus DPW APPSI Provinsi Sulawesi Tenggara di Hotel Plaza Inn, Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Senin, 11 Agustus 2026.
Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua, TNI, Polri, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sulawesi Tenggara Maharanny Puspaningrum, Kabulog, dan sejumlah kepala dinas provinsi, kumpulan oraganisasi pedagang hadir pada pantikan itu.
Don Muzakir mengatakan APPSI memiliki tugas untuk membantu pedagang memahami berbagai kebijakan pemerintah. Sosialisasi dinilai penting agar program yang ditujukan kepada masyarakat tidak berhenti sebagai kebijakan, tetapi benar-benar dimanfaatkan oleh pelaku usaha.
“Saling membantu para pedagang, kita sosialisasi kepada para pedagang terkait kebijakn presiden Prabowo, agar para pedagang ini tetap maju,” ujar Don Muzakir.
Menurut Don Muzakir, pedagang pasar memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Pedagang tidak hanya menjadi bagian dari rantai distribusi barang, tetapi juga menjadi penghubung antara petani, produsen, dan konsumen.
Karena itu, ia mendorong pedagang dan petani untuk saling memperkuat. Hubungan tersebut dinilai penting agar hasil produksi petani memiliki pasar dan kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi melalui jalur perdagangan yang sehat.
Don Muzakir juga menyampaikan dukungan APPSI terhadap Program MBG yang sedang dijalankan pemerintah. Ia mengatakan program tersebut perlu terus dikawal, termasuk perubahan tata kelola yang dilakukan pemerintah.
“Program MBG ini memberikan makan bergizi harus kita dukung yang sedang dilakukan perubahan tatakelola oleh Kepala MBG Harus kita didukung, APPSI Mendukung, kami ingatkan kepada yang punya dapur SPPG jangan mengambil untung banyak, kita harus niatkan sedekah dan berbuat baik,” katanya.
Don Muzakir meminta pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak menjadikan program MBG semata-mata sebagai ruang mencari keuntungan. Menurut dia, kualitas makanan dan manfaat yang diterima masyarakat harus menjadi perhatian utama.
Dukungan APPSI terhadap MBG juga berkaitan dengan posisi pedagang dan petani dalam rantai pasok program tersebut. Kebutuhan bahan pangan untuk MBG dapat membuka pasar bagi produk pertanian dan usaha masyarakat jika dikelola dengan baik.
Sementara itu Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua mengatakan pemerintah daerah mendukung kehadiran APPSI di Sulawesi Tenggara. Ia menilai keberadaan organisasi pedagang dapat menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Program Presiden Prabowo yang membantu pedagang, petani ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, Kolaborasi Pedagang dan petani bisa membuat Indonesia lebih maju,” kata Hugua.
Kolaborasi antara pedagang dan petani menjadi salah satu hal yang perlu diperkuat. Petani membutuhkan kepastian pasar untuk hasil produksinya. Pedagang membutuhkan pasokan barang yang stabil dengan harga yang terjangkau.
Ketua DPW APPSI Sulawesi Tenggara Abdul Muiz mengatakan pembentukan kepengurusan baru juga diikuti dengan pembahasan sejumlah isu ekonomi. Salah satunya berkaitan dengan bursa efek di wilayah Sulawesi Tenggara.
“Sebelum pelantikan pengurus DPW APPSI provisni Sulawesi Tenggara diskusi terkait bursa efek wilayah Sulawesi Tenggara,” kata Abdul Muiz.
Materi tersebut bagian dari upaya melihat peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. APPSI tidak hanya berbicara tentang aktivitas perdagangan di pasar, tetapi juga mendorong anggotanya memahami perkembangan ekonomi dan peluang usaha.
Rangkaian kegiatan pelantikan juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU kerja sama antara DPW APPSI Sulawesi Tenggara dan BPJS Sulawesi Tenggara.
Ketua Harian DPP APPSI Don Muzakir bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua menyaksikan penandatanganan kerja sama tersebut.
Kerja sama itu upaya memperluas akses dan perlindungan bagi pedagang. Kehadiran organisasi pedagang diharapkan tidak hanya berfokus pada aktivitas perdagangan, tetapi juga membantu anggotanya mendapatkan akses terhadap berbagai layanan yang dibutuhkan.[]






