Muktamar NU ke-35 di Jombang, Panitia Siagakan 3 Posko Kesehatan 24 Jam

DETIKMERDEKA – Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menyiapkan tiga posko kesehatan yang beroperasi selama 24 jam untuk melayani peserta dan masyarakat yang hadir di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.

Layanan kesehatan disiapkan selama seluruh rangkaian muktamar berlangsung. Posko tersebut melayani peserta, tamu undangan, hingga masyarakat yang datang memeriahkan kegiatan.

Koordinator Bidang Kesehatan Panitia Muktamar ke-35 NU, dr. HM Zulfikar As’ad, mengatakan tiga posko kesehatan berada di Universitas Wahab Hasbullah (Unwaha), Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Jombang, dan MTsN Bahrul Ulum Tambakberas.

Setiap posko akan dijaga tenaga medis selama 24 jam tanpa jeda. Panitia menyiapkan dokter, perawat, ambulans, serta ruang penanganan awal untuk mengantisipasi kebutuhan layanan kesehatan selama muktamar.

“Posko kesehatan ini untuk memberikan pelayanan terbaik bagi peserta muktamar dan para penggembira atau tamu umum,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ufik itu dalam keterangan yang diterima, pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Gus Ufik mengatakan pelayanan kesehatan didukung berbagai organisasi dan lembaga kesehatan, baik dari lingkungan NU maupun instansi pemerintah.

Tim medis melibatkan Persatuan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU), Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (Arsinu), Lembaga Kesehatan PCNU Jombang, serta PWNU Jawa Timur.

Panitia juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Sejumlah rumah sakit swasta ikut bergabung untuk memperkuat layanan kesehatan selama muktamar.

Sementara itu, RSUD Jombang dan RSUD Ploso disiapkan sebagai rumah sakit rujukan apabila peserta membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Panitia menjelaskan ruang perawatan di posko kesehatan hanya digunakan untuk pemeriksaan dan penanganan awal. Posko tidak difungsikan sebagai ruang rawat inap.

Peserta yang memerlukan perawatan lebih lanjut akan segera dirujuk ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan sesuai kondisi kesehatannya.

“Dengan sistem ini kita akan membuka akses. Begitu ada peserta yang rekomendasi dirujuk, kita bawa ke RSUD Jombang atau RSUD Ploso,” kata Gus Ufik.

Menurutnya, persiapan layanan kesehatan telah dilakukan sejak jauh hari. Panitia pusat dan panitia daerah juga telah beberapa kali menggelar rapat koordinasi untuk memastikan seluruh kebutuhan medis siap sebelum muktamar dimulai.

Panitia juga menyiapkan sistem rekam medis digital untuk mempermudah pendataan pasien. Sistem tersebut dikembangkan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jombang.

Melalui aplikasi tersebut, seluruh keluhan kesehatan dan penanganan peserta akan tercatat secara real time. Data itu akan menjadi bahan evaluasi sekaligus laporan resmi mengenai layanan kesehatan selama pelaksanaan muktamar.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026. Kegiatan lima tahunan itu diperkirakan diikuti sekitar 6.000 peserta.

Ribuan warga Nahdliyin dari berbagai daerah di Indonesia serta perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dari luar negeri juga diperkirakan hadir sehingga kebutuhan layanan kesehatan menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus dari panitia.[]