DETIKMERDEKA – Upaya penyelamatan korban masih terus berlangsung setelah Venezuela diguncang dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 pada Rabu (24/6) sore. Dilansir dari BBC, dua gempa tersebut terjadi hanya dalam selang waktu 39 detik, memicu kerusakan parah di sejumlah wilayah, terutama Caracas dan La Guaira.
Menurut laporan BBC, tim SAR bersama relawan, warga, dan keluarga korban terus melakukan pencarian terhadap orang-orang yang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Namun, proses evakuasi terkendala minimnya peralatan penyelamatan dan terbatasnya jumlah personel di lapangan.
seorang mahasiswa di Caracas, Antoan Marín, menggambarkan kondisi tim penyelamat yang bekerja di tengah keterbatasan.
“Tim SAR kewalahan. Mereka mengeluarkan orang dengan kuku dan gigi. Mereka tidak memiliki peralatan khusus. Kami kekurangan bantuan,” ujar Marín, seperti dikutip BBC Mundo.
Tim penyelamat dari berbagai negara mulai berdatangan ke Venezuela untuk membantu operasi pencarian dan evakuasi di Caracas serta sejumlah kota lain yang terdampak.
Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan bangunan perumahan dan tempat usaha roboh akibat kuatnya guncangan. Sementara itu, warga di La Guaira mengaku kepada BBC bahwa puluhan orang masih terjebak di bawah reruntuhan karena bantuan belum menjangkau seluruh lokasi terdampak.
Berdasarkan data resmi yang dikutip BBC, hingga Kamis (25/6) sedikitnya 235 orang meninggal dunia dan lebih dari 4.300 orang mengalami luka-luka. Jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah seiring proses pencarian yang terus dilakukan.
Besarnya dampak bencana dipicu oleh dua gempa yang terjadi hampir bersamaan di kawasan sesar geologi aktif. Jarak waktu yang hanya 39 detik membuat banyak bangunan yang telah melemah akibat gempa pertama akhirnya runtuh ketika diguncang gempa kedua, sehingga meningkatkan jumlah korban dan tingkat kerusakan






