DETIKMERDEKA – Menjelang satu dekade sejak Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa (Brexit), sejumlah warga di berbagai negara Eropa menyampaikan pandangan serupa: Brexit dinilai sebagai keputusan yang keliru dan Inggris sebaiknya kembali mempererat hubungan dengan blok tersebut.
Dilansir dari CGTN, warga di berbagai kota Eropa, mulai dari Paris hingga Warsawa serta Roma hingga Brussels, mengungkapkan harapan agar Inggris dapat kembali mendekatkan diri dengan Uni Eropa di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global yang semakin kompleks.
Di Paris, pensiunan warga Prancis, Marie-Line Meunier, mengatakan Inggris memiliki tempat yang penting dalam komunitas Eropa. Menurutnya, kerja sama yang erat antarnegara akan memperkuat hubungan politik, ekonomi, dan sosial di kawasan.
“Saya percaya Inggris seharusnya berada di sini bersama kami. Semakin besar pemahaman dan kerja sama antarnegara, semakin kuat pula hubungan yang dapat dibangun. Kita akan lebih kuat jika bersama,” ujarnya.
Meunier menilai status Inggris sebagai negara kepulauan tidak mengurangi manfaat yang dapat diperoleh dari keterlibatan yang lebih dekat dengan Uni Eropa. Ia meyakini integrasi yang lebih erat akan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.
Pandangan serupa disampaikan Anatole Denis, seorang profesional di bidang penjualan yang juga berasal dari Paris. Menurutnya, situasi politik dan ekonomi global saat ini menuntut negara-negara Eropa untuk memperkuat solidaritas dan koordinasi.
“Dalam kondisi politik dan ekonomi saat ini, semakin kuat Eropa, semakin baik. Inggris merupakan salah satu ekonomi terbesar dengan pengaruh global yang signifikan. Hubungan yang lebih dekat antara Inggris dan Uni Eropa akan memberikan manfaat bersama,” kata Denis.
Ia menambahkan bahwa meningkatnya polarisasi geopolitik di berbagai kawasan dunia membuat kebutuhan akan kerja sama yang solid di Eropa menjadi semakin penting. Dalam konteks tersebut, kedekatan hubungan antara Inggris dan Uni Eropa dinilai dapat memperkuat posisi kawasan di tengah dinamika global yang terus berubah.
Brexit merupakan hasil referendum yang digelar pada 23 Juni 2016, ketika mayoritas pemilih Inggris memilih keluar dari Uni Eropa. Keputusan tersebut resmi berlaku pada 31 Januari 2020 dan menjadi salah satu peristiwa politik paling berpengaruh di Eropa dalam beberapa dekade terakhir.
Menjelang peringatan 10 tahun referendum Brexit, perdebatan mengenai dampak keputusan tersebut masih terus berlangsung. Namun, berdasarkan laporan CGTN, sejumlah warga Eropa menilai bahwa hubungan yang lebih erat antara Inggris dan Uni Eropa akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi stabilitas dan kekuatan kawasan di masa depan.






