DETIKMERDEKA – Putra sekaligus penerus Ayatollah Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, hingga kini belum muncul di hadapan publik di tengah rangkaian prosesi penghormatan terakhir bagi mendiang ayahnya.
Al Jazeera melaporkan, Mojtaba belum terlihat di ruang publik sejak diumumkan menggantikan posisi Ayatollah Ali Khamenei sekitar sepekan setelah wafatnya pemimpin tertinggi Iran tersebut.
Masih menurut laporan Al Jazeera, Peneliti Universitas Teheran Mohammad Eslami menilai absennya Mojtaba berkaitan dengan pertimbangan keamanan. Ia menyebut situasi pascagencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel masih sangat rapuh sehingga kemunculan pemimpin baru di hadapan publik dinilai berisiko tinggi.
Rangkaian penghormatan terakhir terhadap Ayatollah Ali Khamenei dijadwalkan berakhir pada Kamis dengan prosesi pemakaman di Kota Mashhad, kota kelahirannya di timur laut Iran. Al Jazeera menyebut prosesi tersebut menjadi penutup masa berkabung nasional yang telah berlangsung selama beberapa hari.
Kepala Layanan Darurat Iran, Jafar Miadfar, mengatakan lebih dari 34.000 orang telah menerima layanan medis selama rangkaian prosesi berlangsung. Meski melibatkan jutaan pelayat, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Prosesi pemakaman turut dihadiri Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersama sejumlah pejabat tinggi negara. Dalam unggahannya di platform X, Pezeshkian menyatakan rakyat Iran akan terus melanjutkan perjuangan demi menjaga kehormatan, kemajuan, dan kejayaan negara.
Sejumlah pejabat lain yang hadir di antaranya Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Kepala Lembaga Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei, serta Komandan Pasukan Quds Esmail Qaani.
Al Jazeera juga melaporkan kemunculan Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, yang untuk pertama kalinya tampil di hadapan publik setelah pendahulunya, Ali Larijani, dilaporkan tewas dalam serangan udara pada Maret lalu. Dalam pernyataannya kepada media pemerintah Iran, Zolghadr mengatakan kehadiran jutaan pelayat menunjukkan persatuan bangsa Iran dalam menghadapi berbagai ancaman dari luar.
Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad juga terlihat mengikuti prosesi penghormatan terakhir tersebut. Kehadirannya menarik perhatian mengingat hubungan politiknya dengan Ayatollah Ali Khamenei sempat memburuk pada akhir masa jabatannya sebagai presiden. Ahmadinejad juga diketahui jarang tampil di hadapan publik sejak konflik bersenjata yang melibatkan Iran pecah beberapa bulan terakhir.






