Cerita Letjen TNI (purn.) Djamari Chaniago Tentang Prabowo ketika Menjadi Prajurit TNI

Cerita Letjen TNI (purn.) Djamari Chaniago Tentang Prabowo ketika Menjadi Prajurit TNI

DETIKMERDEKA.COM – Djamari Chaniago (lahir 8 April 1949) adalah seorang tokoh militer Indonesia berpangkat terakhir militer aktifnya adalah Letnan Jenderal TNI dan jabatan terakhir militer yang dijabatnya adalah Kepala Staf Umum TNI

Ia merupakan lulusan AKABRI tahun 1971 dan berasal dari kesatuan Infanteri – Baret Hijau Kostrad, sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad)

Djamari menjabat sebagai Komisaris Utama PT Semen Padang pada 2015 hingga 2016 

” Sampai Di mana tadi sebetulnya? saya kenal sosok tentang Prabowo ini,” ujar Djamari memulai ceritanya, seperti dikutip dari video laman akunnya, Selasa (4/4/23)

Beliau adalah sosok seorang yang mau berkorban demi untuk kepentingan bangsa dengan tidak punya keinginan yang lain,” tutur Djamari mengingat dan kenangannya saat masih aktif di militer bersama Prabowo Subianto 

Menurut Djamari, pengenalan yang dalam inilah, yang saya pahami bahwa seorang sosok Prabowo ini adalah dia melakukan apa saja, berkorban apa saja demi kepentingan bangsanya

Kemudian pada saat saya setingkat dengan beliau sebagai sesama komandan batalyon div satu brigade 17 lintas udara dia selalu menyakan sebagai komandan batalyon 328 saya komandan batalyon 330 dia selalu menanyakan kepada saya apa kekurangan batalyon 330, dia panggil saya bang 

” Waduh banyak sekali coba sebutkan apa saja, apa yang dia lakukan dia bantu padahal bukan satuan dia, bukan satuan dia tapi di bantu,” ucapnya berlarian mengajak warga muslim di kampungnya tetap solid dan bersatu 

” Bahkan pada saat saya mau berangkat melaksanakan operasi ke timur timur dia sedang sekolah Seskoad di Bandung base saya ada di Cicalengka di Bandung dia datang malam malam ketempat saya,

Moment yang tak pernah terlewatkan oleh Djamari kenangnya, Sekitar Besok saya mau berangkat, dia hanya mengatakan apa yang bisa saya bantu 

” Memang abang mau bertugas? Abang harus baik, harus sukses, pengenalan seperti ini itu yang saya pernah alami dan harapan besar pada dia, apabila dia ada pada puncak jabatan di negeri kita insya Allah negeri kita akan baik