DETIKMERDEKA – Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) khusus terkait penyelamatan gajah Sumatera dan gajah Borneo menuai respons positif dari berbagai kalangan aktivis konservasi, baik di dalam maupun luar negeri.
Kebijakan yang tengah disiapkan pemerintah ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat perlindungan satwa liar sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem hutan Indonesia yang semakin tertekan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa komunitas konservasi internasional memberikan apresiasi terhadap komitmen pemerintah tersebut. Menurutnya, banyak aktivis lingkungan yang melihat rencana kebijakan ini sebagai sinyal bahwa Indonesia mulai menempatkan konservasi satwa sebagai prioritas nasional.
“Saya bertemu dengan banyak aktivis konservasi dari berbagai negara maupun dari Indonesia sendiri. Mereka menyampaikan apresiasi karena melihat Presiden Prabowo memiliki perhatian besar terhadap perlindungan satwa dan taman nasional,” ujar Raja Juli di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (12/3).
Kekhawatiran terhadap masa depan gajah di Indonesia memang semakin meningkat. Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Kehutanan, jumlah wilayah habitat gajah mengalami penurunan yang cukup drastis. Dari sebelumnya sekitar 42 kantong habitat, kini hanya tersisa sekitar 21 wilayah yang masih teridentifikasi.
Berkurangnya habitat tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kerusakan hutan, fragmentasi kawasan akibat pembangunan, hingga konflik antara manusia dan satwa liar yang semakin sering terjadi.
Menurut Raja Juli, kondisi ini menuntut adanya langkah konkret dari pemerintah agar populasi gajah tidak semakin terancam. Tanpa kebijakan yang tegas dan terkoordinasi, kerusakan habitat dikhawatirkan akan terus meluas.
Karena itu, melalui Inpres yang tengah disiapkan, pemerintah akan mengoordinasikan berbagai kementerian dan lembaga agar bekerja bersama dalam upaya penyelamatan gajah dan pemulihan habitatnya.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan kawasan konservasi, meningkatkan pengawasan terhadap perusakan hutan, serta memperbaiki manajemen habitat satwa liar.
Raja Juli juga menegaskan bahwa perhatian Presiden Prabowo terhadap isu ini bukan sekadar persoalan pribadi, melainkan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga kekayaan biodiversitas Indonesia.
Menurutnya, gajah merupakan salah satu spesies kunci dalam ekosistem hutan tropis Indonesia sekaligus simbol penting dari kekayaan alam nusantara. Oleh karena itu, menjaga kelangsungan hidupnya berarti juga melindungi keseimbangan alam yang lebih luas.
Dengan dukungan kebijakan lintas sektor dan perhatian serius pemerintah, upaya konservasi gajah diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta memberikan harapan baru bagi keberlanjutan satwa langka tersebut di Indonesia.













